Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ratusan Warga dari 4 Banjar Mepeed menuju Pura Dalem Kahyangan Kesiman

Ratusan warga tersebut terdiri dari ibu-ibu PKK dan sejumlah pemedek yang sedang menjalankan ritual dan tradisi Mepeed menuju Pura Dalem Kahyangan

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: gunawan
Tribun Bali
Ratusan Ibu ibu PKK dari empat banjar mengikuti tradisi Mepeed dari Jalan Sedap Malam hingga Jalan Waribang Denpasar, Selasa (8/9/2015) sore 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Suasana di sisi Utara Jalan Sedap Malam, Denpasar dipadati ratusan pengayah Ida Bhatara Kebonkuri, Selasa (8/9/2015) sore. Ratusan warga tersebut terdiri dari ibu-ibu PKK dan sejumlah pemedek yang sedang menjalankan ritual dan tradisi Mepeedmenuju Pura Dalem Kahyangan Kesiman.

Sembari nyuwun gebogan ratusan ibu-ibu PKK yang terdiri dari empat banjar itu berjalan kaki dari Jalan Sedap Malam, WR Supratman, hingga Jalan Waribang, tepat di sebelah setra Kesiman.

Ratusan ibu-ibu PKK itu berjalan mengenakan pakaian lelunakan. Sejumlah ibu PKK itu mengaku sangat ingin mengenakan kebaya, namun rupanya tidak dibolehkan. Sebab, yang namanya tradisi harus dilestarikan agar bertaksu.

"Biar taksunya tidak hilang katanya. Padahal ingin sekali pakai kebaya. Kalau bisa sih pakai kebaya," ujar Nyoman Suamin, satu di antara ratusan ibu ibu PKK itu sebelum tradisi Mepeed dimulai.

Tradisi ini diikuti oleh empat banjar yakni Banjar Kebonkuri Lukluk, Kebonkuri Tengah, Kebonkuri Mangku, dan Kebonkuri Kelod.

Wayan Wiranata, penglingsir Gumi Kebonkuri menjelaskan, tradisi tersebut sudah dilaksanakan sejak zaman nenek moyangnya. Konon, apabila tradisi tidak dijalankan, maka akan menimbulkan bencana, yakni banyaknya aura negatif di wilayahnya.

"Tapi sepengetahuan saya tidak pernah tidak dijalankan. Sekalipun hujan, kami tetap laksanakan," ujar Wiranata.

Tujuan tradisi ini, kata Wiranata, untuk menciptakan keharmonisan dan kemakmuran. Selain itu, dia juga mengatakan tradisi ini sebagai wujud permohonan kepada Dewi Durga agar tidak menyebarkan aura negatif.

Tampak pula sejumlah iringan baleganjur mengiringi tradisi Mepeed ini.

Tiba di Pura Dalem Kesiman, sejumlah ratu sesuhunan di linggihkan dan nantinya akan dilaksanakan tradisi ngerehan. Ngerehan ini akan digelar Selasa (8/9/2015) tengah malam.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved