Piala Presiden
Duel Dahsyat Tim Raksasa vs Tim Pendatang Baru yang Bersinar Ditunggu
Mereka memiliki pemain asing sekelas bek tengah Fabiano Beltrame dan penyerang lubang Lancine Kone yang sudah mencetak tiga gol di Piala Presiden
Penulis: Marianus Seran | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bali United yang bertindak sebagai tuan rumah penyisihan Grup C, melaju ke 8 besar dengan status juara grup.
Serdadu Tridatu mengumpulkan poin tujuh, hasil dua kali menang atas Persija Jakarta (3-0) dan Persita Tangerang (2-1), serta sekali imbang melawan Mitra Kukar (2-2).
(Baca Berita Terkait: Bali United Kontra Arema Cronus di 8 Besar, Bayu Gatra Siapkan Kejutan)
Sementara Arema yang juga menjadi tuan rumah penyisihan Grup B, di luar dugaan hanya lolos ke 8 besar sebagai runner up.
Singo Edan satu-satunya tuan rumah yang gagal juara grup.
Mereka mengoleksi empat angka, hasil sekali menang atas Sriwijaya FC (3-1) serta dua kali imbang melawan Persela Lamongan (1-1) dan PSGC Ciamis (1-1).
Melawan Persela, tim asuhan Joko Susilo bahkan nyaris kalah jika saja tidak terselamatkan gol di menit-menit akhir.
Manajer Arema, Ruddy Widodo, pun menyatakan belum puas melihat laju timnya. Ia menilai Singo Edan tampil kurang maksimal.
"Kami bersyukur bisa lolos dari penyisihan. Tapi, kalau melihat penampilan selama penyisihan grup, kami belum puas," ujar Ruddy usai acara drawing.
"Kami punya banyak kekurangan itu pasti. Karena empat tim yang menjadi tuan rumah, hanya Arema yang menjadi runner up. Masih banyak kekurangan," tambahnya.
Dari reputasi klub maupun materi pemain, Arema jelas lebih mentereng dari Bali United.
Arema tim berpengalaman sedang Bali United baru dibentuk tahun ini.
Singo Edan diperkuat nama-nama top seperti striker gaek Christian Gonzales, Ahmad Busthomi, Syamsul Arief, dan banyak pemain langganan Timnas Indonesia.
Mereka juga memiliki pemain asing sekelas bek tengah Fabiano Beltrame dan penyerang lubang Lancine Kone yang sudah mencetak tiga gol di Piala Presiden.
Namun demikian, Ruddy mengingatkan kepada para pemainnya untuk tak menganggap remeh Bali United.
Malah Ruddy terlihat tak nyaman harus bertemu Serdadu Tridatu.
"Kami lebih suka ketemu sama tim yang punya nama besar. Karena itu agar psikologi pemain juga tidak terganggu. Maksudnya, menganggap remeh lawan ketika lawannya itu bukan dari tim yang punya nama besar," kata Ruddy.
Dia mencontohkan, pada saat Arema bentrok dengan PSGC Ciamis di laga terakhir fase Grup B.
Pada saat itu, menurut Ruddy para penggawa tim Singo Edan sedikit meremehkan PSGC.
Alhasil yang terjadi di lapangan, justru para pemain Arema kewalahan untuk meladeni perlawanan PSGC.
"Jadi, lawannya Arema ketika nanti menghadapi Bali United, 60 persennya adalah diri pemain Arema itu sendiri. Apalagi, Bali United kan persiapannya terus berjalan," tuturnya.
"Kami ketemu terakhir dengan Bali United di turnamen Sunrise of Java Cup menang dengan skor 2-1. Tapi, kualitas permainan Bali United jauh lebih bagus dibandingkan saat pertama kali kami bertemu di Bali," ujarnya.
Pertemuan Arema dan Bali United digaransi akan menghadirkan duel dahsyat, antara tim raksasa melawan tim pendatang baru yang sedang bersinar.
Kedua tim juga memiliki suporter fanatik.
Akan terjadi persaingan ketat untuk meraih satu tiket ke semifinal.
Adapun untuk laga semifinal, empat tim yang lolos akan diundi lagi.
Pertandingan masih menggunakan format home and away.
"Untuk semifinal kocok lagi," tegas Hasani Abdulgani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/drawing_20150912_092646.jpg)