Wisatawan ‘Paksa’ Petani Rumput Laut Nusa Lembongan Jadi Tour Guide

Pulau Nusa Lembongan yang dulu terkenal dengan petani rumput lautnya, kini sudah mulai berubah

Wisatawan ‘Paksa’ Petani Rumput Laut Nusa Lembongan Jadi Tour Guide
Tribun Bali
Seorang petani rumput laut di Pulau Nusa Lembongan saat menjemur rumput laut. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pulau Nusa Lembongan yang dulu terkenal dengan petani rumput lautnya, kini sudah mulai berubah sejak beberapa wilayah dari Kabupaten Klungkung itu mulai ditata sebagai tempat pariwisata.

Menurut seorang guide Marine Walk-Lembongan, Dodik, sejak belasan tahun silam, saat Lembongan mulai menjadi daya tarik wisata bahari, masyarakatnya perlahan-lahan mulai beralih pekerjaan menjadi tour guide.

“Kalau sekarang perbandingannya mungkin 70 persen warga sudah menggeluti dunia pariwisata dan sisanya 30 persen masih bertahan menjadi petani rumput laut,” katanya, Sabtu (12/9/2015) di Nusa Lembongan.

Hal itu kemungkinan karena semakin banyaknya wisatawan asing dan domestik yang lalu lalang menuju ke pulau ini melalui Sanur, Denpasar.

Beragam penunjang wisatawan sperti wahana water sport, restoran dan penginapan, seperti vila sudah berjajar di pinggir pantai.

Beberapa hal itu lah yang kemunkinan yang “memaksa” warga lokal untuk beralih pekerjaan.

Namun seorang warga lokal bernama Made Sandiasa mengatakan, ia memilih tetap bertahan menjadi petani rumput laut. Pria asal Banjar Kelod ini mengaku bahwa sudah puluhan tahun menggeluti pekerjaan sebagai petani rumput laut.

“Saya turun ke laut sejak pukul 05.00 Wita hingga 10.00 Wita, tergantung pasang surut airnya juga,” katanya.

Walau penghasilannya hanya Rp 4.500 untuk satu kilo rumput laut, namun pria berusia 47 tahun ini enggan beralih profesi dengan alasan sudah nyaman dan melestarikan warisan  leluhur.(*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved