Breaking News:

Piala Presiden

Kiper Bali United Bertubi-tubi Tangkis Serangan

Buntut dari rapuhnya lini bertahan Bali United, tanpa Bobby Satria dan Wahyu Kristanto, Ngurah Arya dipaksa bekerja keras.

Penulis: Marianus Seran | Editor: Kander Turnip
TRIBUN BALI

TRIBUN-BALI.com, MALANG - Kiper Bali United, Ngurah Komang Arya harus jatuh bangun sebagai palang pintu terakhir pada laga perempat final Piala Presiden 2015, kontra Arema Cronus di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (19/9/2015) malam.

Ngurah Arya harus menangkis serengan beruntun yang dilepaskan trio Arema Cronus, Cristian Gonzales, Lincene Kone dan Samsul Arif.

Buntut dari rapuhnya lini bertahan Bali United, tanpa Bobby Satria dan Wahyu Kristanto, Ngurah Arya dipaksa bekerja keras.

Sejak peluit ditiup wasit Muslimin, Ngurah Arya dipaksa lewat aksi Samsul Arif menit kedua.

Ngurah Arya masih tanggap dibawah mistar. Menit ke - 4 shooting Samsul Arif nyaris menemui sasaran.

Kembali Samsul melepaskan tendangan keras namun masih jatuh dipelukan Ngurah Arya.

Eksekusi free Kone, masih menyamping. Menit ke - 20, kali ini ancaman datang dari Cristian Gonzales, namun bola melambung.

Aksi Kone kembali digagalkan Ngurah Arya. Krosingnya pada menit ke - 21 dapat dibaca Ngurah Arya.

Serangan bertubi - tubi datang dari Samsul Arif. Ngurah Arya kembali menjadi pahlawan, memotong krosing pemain cepat ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved