Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penjualan Semen Meningkat, Ini Prediksi Bank Indonesia di Triwulan III

Terkait terus menguatnya dolar terhadap nilai tukar rupiah, Juda menambahkan, Bali tidak berpengaruh akan pelemahan rupiah.

Penulis: Ayu Dessy Wulansari | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Ayu Dessy Wulansari
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juda Agung, usai mengisi kegiatan Diseminasi Laporan Nusantara dan Hasil Kajian Ekonomi Keuangan Regional Provinsi Bali Triwulan II 2015 di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Jalan Letda Tantular No 4, Denpasar, Senin (21/9/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III tahun 2015 mengalami peningkatan menjadi 4,9 persen.

Sebagaimana diketahui, perekonomian nasional pada triwulan II 2015 tercatat sebesar 4,67 persen, melambat dibanding capaian triwulan II 2014 yang tumbuh 5,03 persen, dan triwulan I 2015 yang tumbuh 4,72 persen.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juda Agung menyebutkan, indikator yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik adalah penjualan semen yang meningkat sebesar 22 persen.

“Penjualan semen ini menunjukkan bahwa proyek-proyek pemerintah dan penyerapan anggaran khususnya di belanja modal sudah meningkat. Kalau kita lihat di bulan Agustus lalu, belanja modal pemerintah year on year (yoy) sudah naik 13 persen dibanding tahun lalu,” ungkap Juda saat ditemui di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Jalan Letda Tantular No 4, Denpasar, Senin (21/9/2015).

Indikator berikutnya adalah impor, khususnya yang terkait dengan proyek infrastruktur, seperti baja, besi, alat-alat listrik yang menujukkan perbaikan.

Lalu, ada penjualan kendaraan bermotor dan kredit.

“Data sementara kredit per September yang kita punya sudah berada di atas 11 persen. Ini memperlihatkan bahwa memang triwulan III ini lebih baik dibanding triwulan sebelumnya dam semoga triwulan IV akan lebih baik lagi sehingga keseluruhan tahun ini, kita bisa katakan perekonomian di Indonesia sudah rebound,” katanya.

Terkait terus menguatnya dolar terhadap nilai tukar rupiah, Juda menambahkan, Bali tidak berpengaruh akan pelemahan rupiah.

Ia menilai ada hal positif yang terlihat dari lamanya wisatawan asing berlibur dan banyaknya uang yang dibelanjakan di Bali.

“Jadi tergantung pada apakah suatu provinsi atau industri itu orientasinya ekspor, maka pelemahan rupiah akan berdampak positif. Tetapi industri yang sangat tergantung pada impor, cost production-nya akan meningkat,” terang Juda. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved