Kasus Asusila Ayah Hamili Anak Kandungnya, Polisi Tunggu Laporan

"Lembaga pemerhati anak kan melindungi hak anak. Jadi, bisa juga mengajukan laporan," tutur Sri.

Kasus Asusila Ayah Hamili Anak Kandungnya, Polisi Tunggu Laporan
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasubid Penmas Polda Bali, AKBP Sri Harmiti, menegaskan, pihaknya telah mendapat informasi terkait kasus  ayah hamili anak di Buleleng, namun belum bisa melakukan penyelidikan karena belum ada laporan polisi yang diterima pihak kepolisian hingga saat ini.

"Kita siap memroses hukum jika ada laporan resmi," ucap Sri.

(Baca Berita Terkait: Warga Berjubel Saksikan Upakara Mepepada, Kasus Asusila GPY Hamili LY)

Sri mengatakan, pelapor bisa dari unsur keluarga maupun lembaga pemerhati anak.

Jika pihaknya telah menerima laporan, maka proses penyelidikan segera dilakukan, apalagi kasus tersebut berkaitan dengan hak-hak anak.

Ia menerangkan, kasus asusila merupakan delik aduan sehingga tanpa adanya laporan, polisi tidak dapat mengambil langkah hukum.

Sri mengatakan, jika keluarga belum mengambil sikap  melakukan proses hukum, maka lembaga pemerhati anak dapat melaporkan pada pihak kepolisian.

"Lembaga pemerhati anak kan melindungi hak anak. Jadi, bisa juga mengajukan laporan," tutur Sri.

Seperti diberitakan Tribun Bali, pekan lalu terkuak kasus ayah hamili anak kandung di Kabupaten Buleleng.

Lelaki berinisial GPY (40) asal Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, melakukan tindakan bejat  menghamili anaknya, LY, berusia 17 tahun.

Pasca terkuaknya kasus asusila tersebut belum ada tindakan hukum yang diterima GPY.

Dirinya hanya mendapat sanksi adat di mana GPY harus menggelar upakara mepepada dan mecaru balik besar karena dinilai telah membuat aib besar di kampung tersebut.

LY telah tinggal bersama GPY selama lima tahun.

Beberapa warga yang tinggal sekampung dengan GPY juga mengaku heran karena sanksi yang diberikan pada GPY hanya sanksi adat.

Padahal, untuk memberikan efek jera, GPY seharusnya diproses hukum karena telah merusak masa depan anaknya. (*)

Penulis: Aloisius H Manggol
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved