Piala Presiden

Imbang Berarti Kalah, Bali United Bertarung Hidup Mati Lawan Arema Cronus

Laga hidup mati ini bisa dikatakan seperti Perang Puputan. Bermain di kandang sendiri, semua pemain harus bekerja keras hingga menit-menit akhir

Imbang Berarti Kalah, Bali United Bertarung Hidup Mati Lawan Arema Cronus
Tribun Bali

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Masyarakat Bali mengenang peristiwa bersejarah Puputan Badung pada 20 September lalu.

Berselang seminggu, klub kebanggaan warga Bali, Bali United, melakoni pertarungan hidup mati melawan Arema Cronus.

Semangat Perang Puputan pun diharapkan menjadi pelecut skuat Serdadu Tridatu untuk menaklukkan Singo Edan guna merebut tiket ke babak semifinal Piala Presiden 2015.

Puputan adalah tradisi masyarakat di Bali, berupa tindakan perlawanan bersenjata habis-habisan demi kehormatan tanah air.

Puputan berarti perang sampai mati.

Sementara Puputan Badung adalah sebuah bentuk perang perlawanan terhadap ekspedisi militer pemerintah kolonial Belanda V.

Peristiwa Perang Puputan Badung terjadi 20 September 1906 atau 109 tahun silam.

Sikap berani dan perlawanan sampai titik darah penghabisan para pejuang Bali terdahulu seyogyanya bisa mengilhami pemain Bali United yang akan bentrok dengan Arema Cronus pada leg kedua babak 8 besar Piala Presiden 2015 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (27/9) malam ini.

Partai ini akan menjadi penentuan alias hidup mati bagi Bali United.

Tim asuhan Indra Sjafri wajib menang minimal 1-0 untuk merebut tiket ke babak semifinal.

Halaman
123
Penulis: Marianus Seran
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved