Breaking News:

Kumpulkan Para Sekda untuk Evaluasi, Ombudsman Malah yang Dievaluasi

Ada yang menarik dalam pertemuan antara Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali dengan seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) di Bali, Rabu

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: gunawan
Tribun Bali
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar AAN Rai Iswara (baju hijau) saat menyampaikan keluh kesahnya kepada Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Pusat, Danang Girindrawardana dan Kepala ORI Bali, Umar Ibnu Alkhatab dalam pertemuan antara seluruh Sekda di Bali di Kantor ORI Bali, Jalan Diponegoro, No 182 Denpasar, Rabu (30/9/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ada yang menarik dalam pertemuan antara Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali dengan seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) di Bali, Rabu (30/9/2015).

ORI yang biasanya mengundang lembaga atau instansi untuk ajang evaluasi, kini malah ORI yang dievaluasi para Sekda.

Sebagian besar Sekda yang hadir menyampaikan keluh kesahnya dan berharap ORI Bali ketika bekerja mengawasi pemerintah tidak diskriminasi.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara paling banyak menyampaikan saran dan keluhan terhadap ORI Bali.

Pada saat ORI memberikan kesempatan, Rai Iswara langsung mangacungkan tangan untuk meminta berbicara pertama.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa pihaknya selama ini merasa diperlakukan tidak adil baik oleh pengawas pemerintah maupun oleh pers.

“Kalau jujur, saya sangat senang diawasi. Saya bangga sekali. Bahkan sekarang ada Ombudsman Pusat datang. Kalau ada pejabat salah, kejar terus, tapi kalau mereka terbukti tidak salah, harus dibangkitkan dia. Jangan ada pembiaran. Sekarang ada pembiaran. Khusus masalah PNS, kalau ada yang salah silakan dilaporkan ke sana ke sini. Tapi begitu dia tak terbukti salah, harus diproklamirkan, sehingga orang-orang tidak akan mudah melaporkan,” ujar Rai Iswara dengan nada tinggi.

Pada akhir dari diskusi tersebut, Rai Iswara kembali meminta waktu untuk berbicara. Dalam closing statement-nya, Rai Iswara menuntut Ombudsman yang berani mengundang Sekda agar mempertanggungjawabkan pertemuan tersebut.

Ia meminta Ombudsman tidak hanya omong-omong saja, tapi bisa menjadi pengawas yang menjadi jembatan dari banyaknya unek-unek yang dimiliki para Sekda kepada Kementerian khususnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Rai Iswara meluapkan seluruh unek-uneknya lantaran selama ini pihaknya diundang ke sana ke mari hanya ajang seremonial saja.

Padahal, ada hal-hal penting yang sangat perlu disampaikan ke pihak Kementerian soal aturan-aturan yang menurut sebagian besar Sekda saling tumpang tindih.

“Kami tuntut Ombudsman yang selalu mengawasi pemerintah daerah, timbal balik. Umpamanya dalam evaluasi, Kota Denpasar merahnya banyak (tahun 2013-2014). Setelah kami melakukan pembenahan-pembenahan sekarang sudah baik sehingga mendapat peringkat tiga. Masalah di Denpasar sudah kami sampaikan, dan masalahnya karena regulasi yang bukan karena kami.  Kami hanya meminta kepada Ombudsman agar menjadi jembatan emas untuk kami. Inilah resikonya ngundang Sekda,” ujar Rai Iswara yang disambung gelak tawa hadirin.

Kepala ORI Bali, Umar Ibnu Alkhatab pun berterima kasih kepada Sekda Rai Iswara karena telah memberikan masukan kepada Ombudsman. Atas masukan yang disampaikan tersebut.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved