Istana Kepresidenan Tampaksiring

Istana Ini Satu-satunya Dibangun Setelah Indonesia Merdeka

Istana Tampaksiring dibangun oleh seorang arsitek bernama R.M. Soedarsono atas prakarsa Presiden Soekarno.

Istana Ini Satu-satunya Dibangun Setelah Indonesia Merdeka
tribunnews.com
Istana Tampaksiring, Gianyar, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Istana Tampaksiring, Gianyar, Bali, merupakan satu-satunya Istana Kepresidenan yang dibangun setelah Indonesia Merdeka.

Kelima istana lainnya merupakan bangunan yang telah berdiri sejak jaman kolonialisme Belanda, antara lain Istana Negara dan Istana Merdeka (Jakarta), Istana Bogor (Bogor), Istana Cipanas (Cipanas), serta Gedung Agung (Yogyakarta).

(Baca Berita Terkait: Tempat Tinggal Digusur, Warga Gugat Status Tanah Istana Tampaksiring)

Istana Tampaksiring dibangun oleh seorang arsitek bernama R.M. Soedarsono atas prakarsa Presiden Soekarno.

Pembangunan istana kepresidenan ini terbagi ke dalam dua masa, yaitu tahun 1957 dan 1963.

Pada tahun 1957, di kompleks ini dibangun Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira.

Sementara pada tahun 1963, pembangunan tahap kedua merampungkan dua gedung utama lainnya, yaitu Wisma Negara dan Wisma Bima, serta satu Gedung Serba Guna (gedung konferensi).

Istana Tampaksiring biasanya digunakan oleh presiden untuk beristirahat, melakukan rapat kerja, serta melakukan perundingan luar negeri.

Pada 27 April 2007, misalnya, Istana Tampaksiring menjadi saksi perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura

Istana Tampaksiring dibangun di areal berbukit dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut (DPL).

Halaman
12
Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved