Breaking News:

Copet Berkelompok Sasar Pelancong Kuta, Ini Kata Netizen

Ada 20 tempat yang dianggap sangat rentan dari 60 titik rawan kejahatan di wilayah Kuta tersebut. Termasuk Jalan Raya Legian, Jalan Popies 1 dan 2,

Istimewa
Ilustrasi Copet 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Yande (35) kesal juga dengan maraknya aksi pencopetan dan penjambretan yang terjadi di wilayah Kuta.

Pecalang Desa Pekraman Kuta, Badung, Bali ini hanya bisa merasa kasihan dengan para pelancong yang menjadi korban aksi kejahatan tersebut.

(Baca Berita Terkait: Polisi Geram, Kerahkan 20 Buser Tekan Kriminalitas Jalanan di Kuta)

Ia berharap aksi copet di kawasan Kuta ini sudah saatnya menjadi perhatian serius pelbagai kalangan untuk menjaga Kuta sebagai destinasi wisata.

"Kadang kita merasa kasihan kalau lihat mereka (turis) yang jadi korban. Soalnya selalu ada yang kecopetan saat pulang. Kita harus bagaimana lagi coba? Enggak ada yang bisa kita lakukan, masa mau jaga lokasi Kuta 24 jam," ujar Yande, Minggu (11/10/2015).

Aksi pencopetan dan jambret ini kerap terjadi pada rentan waktu 01.00 sampai 05.00 Wita.

Ketika para wisatawan kembali ke hotel setelah pergi ke tempat hiburan malam.

Ada 20 tempat yang dianggap sangat rentan dari 60 titik rawan kejahatan di wilayah Kuta tersebut.

Termasuk Jalan Raya Legian, Jalan Popies 1 dan 2, serta Jalan Pantai Kuta.

"Kalau seperti ini terus, Kuta bakalan sepi pengunjung karena tak aman lagi. Kita harapkan petugas kepolisian serius berantas dan hukum pelaku kejahatan, jangan sampai Kuta jadi ajang tempat sasaran pelaku kejahatan," tandas Yande.

Halaman
1234
Penulis: Manik Priyo Prabowo
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved