Breaking News:

Copet Berkelompok Sasar Pelancong Kuta, Ini Kata Netizen

Ada 20 tempat yang dianggap sangat rentan dari 60 titik rawan kejahatan di wilayah Kuta tersebut. Termasuk Jalan Raya Legian, Jalan Popies 1 dan 2,

Istimewa
Ilustrasi Copet 

Maraknya aksi pencopetan dan penjambretan di Kuta ini juga kerap dibicarakan para nitizen. Bahkan, netizen menyebut beberapa nama polisi yang patut dicurigai mendapatkan jatah dari pelaku aksi kejahatan tersebut.

"Polisi juga makan suap, terutama S, K, and A. Tu semua dapat jatah dari pemain atm and jambret kuta. Klu memang tu bekerja, kenapa copet yg di dpn sky garden ngk di tangkap2," ucap Ronny Bali, seorang nitizen.

Seorang polisi tak menampik tudingan tersebut.

Ia mengatakan, tren kriminal di wilayah Kuta kebanyakan aksi penjambretan, pencopetan, dan pencurian dari ATM.

"Ada juga yang pelaku sudah tertangkap polisi sendiri dan ada juga pelaku yang tertangkap warga. Kalau dikirim ke kepolisian, selalu keluar dengan mudah tanpa masuk peradilan. Bahkan saya wawancarai ada yang bilang memberikan jatah ke petugas kepolisian dan petugas keamanan lainnya. Kalau saya melawan sendiri kondisi seperti ini tidak bisa, kita harus sama-sama bekerja dengan hati dan tulus," ujarnya.

Selain itu, pelaku kejahatan jambret dan copet selalu bekerja secara kelompok.

Jika pelaku copet beraksi, nampak tiga sampai empat orang bekerja.

Seorang bergerak cepat menabrak dan mengambil dompet.

Selanjutnya, dompet dengan cepat di lempar ke rekannya di belakang dan kemudian lagi dilempar ke rekan lainnya yang membawa bawaan.

Alhasil, saat tabrakan terjadi dan korban menangkap pelaku, pelaku tidak terbukti karena tidak membawa dompet korban.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved