Breaking News:

Copet Berkelompok Sasar Pelancong Kuta, Ini Kata Netizen

Ada 20 tempat yang dianggap sangat rentan dari 60 titik rawan kejahatan di wilayah Kuta tersebut. Termasuk Jalan Raya Legian, Jalan Popies 1 dan 2,

Istimewa
Ilustrasi Copet 

Seorang warga Kuta, Bram Irfansah mengatakan, banyak wisatawan mengaku kehilangan dompet, handphone dan barang berharga lainnya saat mengunjungi tempat hiburan malam.

"Sebagian tamu yang keluar tempat hiburan banyak yang mengeluh, saat mereka memeriksa saku celana belakang, korban," ujar Bram.

Ia mengatakan, modus yang dilakukan para pelaku dengan cara mendekati wisatawan asing, selanjutnya berpura-pura menawarkan barang jualan dan begitu ada kesempatan tangan pelaku merogoh celana korban.

"Setelah berhasil mengambil barang korbannya, pelaku dengan begitu saja kabur meninggalkan lokasi dengan hasil yang telah di raihnya," ungkapnya.

"Pelaku ini mempunyai kelompok di Kuta, mereka tidak bekerja sendirian, untuk wilayah operasinya tempat hiburan malam," paparnya.

Aksi penjambretan yang terekam kepolisian terakhir kali terjadi pada 2 Oktober 2015.

Di mana, Adi (19) asal Dombu, Nusa Tenggara Barat tewas diamuk massa, akibat ketahuan menjambret wisatawan mancanegara di kawasan Jalan Kayu Aya Lesmana, Kuta.

Bahkan, karateka nasional Umar Syarief juga pernah mengeluhkan aksi kejahatan jalanan di wilayah Kuta ini.

"Copet-copet itu sangat biadab. Mereka berpura-pura  menawarkan transportasi atau membeli sesuatu barang, sebelum mengambil barang milik si turis," tulis Umar dalam laman facebooknya awal 2015 lalu.

ID Ramdani, warga Legian, mengakui dirinya banyak mendengar cerita penjambretan di wilayah Kuta ini. Jalan Popies 1 dan 2, adalah wilayah incaran pelaku  kejahatan seperti jambret.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved