Breaking News:

Copet Berkelompok Sasar Pelancong Kuta, Ini Kata Netizen

Ada 20 tempat yang dianggap sangat rentan dari 60 titik rawan kejahatan di wilayah Kuta tersebut. Termasuk Jalan Raya Legian, Jalan Popies 1 dan 2,

Istimewa
Ilustrasi Copet 

"Saya sering mendengar itu. Bahkan sempat melihat sendiri, malam-malam ada bule pulang dalam kondisi mabuk. Mereka dijambret dan  ditinggal begitu saja. Saat hendak dikejar, para pelaku yang sendirian dan mengendarai kendaraan itu  langsung hilang ke jalan-jalan kecil," ujarnya.

Sebenarnya, aksi kejahatan ini membuat geram warga.

Tak pelak jika pelaku pencopetan atau penjambretan yang tertangkap massa, selalu berakhir dengan hadiah bokem mentah.

"Waktu itu pelaku hendak mencuri motor Vario. Setelah dikeroyok sampai kepalanya pecah, pelaku diperiksa ternyata banyak ATM dan uang dolar," ujarnya.

Tim Penrepti (tim khusus bendesa adat Kuta) dari 13 banjar dibentuk untuk mengatasi tindak kriminal ini.

Wayan Suwarsa mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu perarem.

Selain itu, juga memasang CCTV di tempat-tempat rawan.

"Ada 60 titik rawan yang kami ajukan," ujarnya.

Kapolsek Kuta, Kompol I Wayan Sumara menjelaskan, kriminalitas tertinggi di wilayah Polsek Kuta saat ini adalah pencurian motor (curanmor).

Dalam laporan yang masuk ke meja kerjanya, curanmor sudah terjadi sebanyak empat kali di masa kerjanya menjabat Polsek Kuta.

Untuk kriminalitas pencurian, copet dan jambret, menurutnya, saat ini tergolong sepi dan landai.

"Sejauh ini masih aman dan kondusif, terutama sejak adanya pengamanan terpadu pada malam minggu yang dipimpin langsung Bapak Kapolresta Kombes Pol I Made Sudana. Tapi mungkin juga ada kejahatan lain yang menunggu kelemahan petugas kepolisian. Misalnya pagi dini hari atau menghindari sewaktu ada patroli lewat," ujar Sumara. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved