Istana Kepresidenan Tampaksiring

Gugatan Tak Diterima, Ahli Waris Puri Tampaksiring Ajukan Banding

Hakim menyatakan, bukti kepemilikan SPPT bukan merupakan bukti kepemilikan tanah.

Gugatan Tak Diterima, Ahli Waris Puri Tampaksiring Ajukan Banding
Tribun Bali/I Putu Darmendra
Pendukung ahli waris Puri Tampaksiring membentangkan sejumlah poster dalam sidang di PN Gianyar, Senin (12/10/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dalam sekejap, petugas Pengadilan Negeri (PN) Gianyar langsung menyita 10 poster yang dibentangkan pendukung keluarga ahli waris Puri Tampaksiring saat sidang di PN Gianyar, Bali, Senin (12/10/2015).

Poster yang menyerukan perlawanan rakyat kecil terhadap penguasa dalam menuntut keadilan itu sempat dibentangkan warga di dalam ruang sidang.

Dalam sidang kemarin, Majelis Hakim yang diketuai M Buchary Kurniata Tampubolon menyatakan, gugatan yang diajukan oleh keluarga ahli waris Puri Tampaksiring tidak bisa diterima.

"Menyatakan eksepsi tergugat I, tergugat II dan tergugat III tidak dapat diterima (NO/niet ontvankelijke verklaard). Menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima dan menghukum para penggugat dengan tanggung rentang membayar biaya perkara sejumlah Rp 2.731.000," kata Buchary.

Hakim menyatakan, bukti kepemilikan SPPT bukan merupakan bukti kepemilikan tanah.

Tergugat tidak terbukti melawan hukum karena sudah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Seluruh tanah yang dikuasi oleh Istana Tampaksiring merupakan kekayaan negara.

Tanah itu dulunya adalah tanah milik perorangan yang sudah dibebaskan atau dibeli pemerintah.

Selain pertimbangan itu, ada poin yang membuat gugatan Puri Tampaksiring tidak diterima.

Hakim menyatakan, penggugat kekurangan pihak.

Halaman
12
Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved