Catat Tanggalnya! Bir dalam 'Saturdance' di Grand Istana Rama

Grand Istana Rama Hotel, Kuta, memberikan penawaran perayaan Oktoberfest dengan mengadakan event bertema 'SaturDance'

Catat Tanggalnya! Bir dalam 'Saturdance' di Grand Istana Rama
www.fastcoexist.com
Ilustrasi bir 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Grand Istana Rama Hotel, Kuta, memberikan penawaran perayaan Oktoberfest dengan mengadakan event bertema 'SaturDance', Sabtu (17/10/2015).

"Dalam rangka memperingati hari Oktoberfest, Grand Istana Rama Hotel menyelenggarakan event yang di namakan SaturDance yang bekerjasama dengan PROST Beer. Bagi para tamu di dalam hotel dan tamu dari luar hotel. SaturDance akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 17 Oktober 2015, berlokasi di 69 Tequila Bar–Grand Istana Rama Hotel yang tepat berada di depan Pantai Kuta," kata Marketing Communications Officer, Grand Istana Rama Hotel, Shintia Dewi.

Event SaturDance ini dilaksanakan untuk memberi pilihan dalam merayakan Oktoberfest.

Lanjutnya, bagi pengunjung yang hadir pada pukul 18.00-20.00 Wita, akan mendapatkan free flow PROST beer dengan biaya masuk sebesar Rp 150 ribu.

Sedangan pengunjung yang hadir di atas pukul 20.00 Wita, akan mendapatkan satu botol PROST beer dengan biaya masuk sebesar Rp 100 ribu.

"Event ini akan dimeriahkan dengan berbagai jenis live entertainment seperti, sexy dancers, fire dancers, flairtending show, live band serta penampilan Female DJ, yaitu DJ Palma, DJ Tira dan DJ Kimmi Chan dan juga games drinking competition dengan hadiah yang menarik," katanya.

Apalagi menurut Shintia Dewi, bir adalah satu jenis minuman yang banyak digemari masyarakat dunia.

"Bir pernah berperan sebagai minuman penyelamat bagi penduduk kota Bavaria Jerman akibat kondisi alam yang membuat kualitas air menjadi kotor dan tidak layak minum. Dahulu, orang-orang lebih memilih untuk minum bir ketimbang mengkonsumsi air yang menjadi penyebab utama seisi kota terjangkit wabah kolera. Bir lebih aman untuk dikonsumsi karena bakteri dari air yang terkontaminasi sudah mati dalam proses fermentasi," katanya.

Semenjak itu, proses pembuatan bir menjadi sangat penting dan harus terus berjalan hingga akhirnya menjadi bagian dari sebuah tradisi pesta rakyat terbesar dunia yang juga kita kenal sebagai Oktoberfest.(*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved