Bali Bebas Penyakit Kaki Gajah

Untuk di Bali mungkin ini menjadi angin segar, karena penyakit yang dalam bahasa kedokterannya disebut Filariasis ini ‎ternyata angkanya nol.

Bali Bebas Penyakit Kaki Gajah
Internet
Ilustrasi kaki gajah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bulan Oktober 2015 ini, merupakan pencanangan dari Menteri Kesehatan RI, Prof dr Nila Farid Moeloek sebagai Kampanye Nasional Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah. Itu sebagai ajang dalam mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah pada tahun 2019.

Untuk di Bali mungkin ini menjadi angin segar, karena penyakit yang dalam bahasa kedokterannya disebut Filariasis ini ‎ternyata angkanya nol.

Artinya, Bali sudah terbebas dari penyakit tersebut selama beberapa tahun belakangan.

Namun, masyarakat Bali akan tetap mendapat Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) selama 5 tahun, mulai dari 2015 hingga 2019 mendatang.

Pencegahan itu akan dilakukan oleh Kemenkes kepada 105 juta penduduk di 241 kabupaten/kota termasuk Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya menyatakan, bahwa memang dalam kurun waktu selama dia menjabat 3,5 tahun belakangan, untuk penyakit itu tidak pernah ada.

Data di kantornya, tidak pernah mencatat bahwa penyakit yang identik dengan kaki seperti membengkak besar itu ada. Singkatnya, angkanya nol.

"Kemungkinan besar karena di Bali tidak ada ‎cacing Filaria yang menjadi penyebab penyakit kaki gajah," kata Suarjaya, kepada Tribun Bali, Kamis (15/10/2015).

Namun, dirinya tidak mau lantas berpuas diri untuk tidak mencegahnya.‎ Pihaknya pun sudah melakukan berbagai pencegahan untuk menangkal penyakit menular dari gigitan berbagai jenis naymuk itu.

Contohnya saja, sambung Suarjaya, mengantisipasi penyakit dari cacing Filaria itu dalam beberapa tahun ini ialah pencegahan dari pada anak-anak.

Yaitu, menggalakkan pencegahan dengan pola hidup sehat, memberikan vaksin di sekolah-sekolah, meminum obat cacing. Selain obat cacing filaria juga cacing kremi.(*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved