Breaking News:

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Mendesak untuk Dibangun

"Untuk itulah PLTN harus segera dibangun," ujar Djarot Sulistio Wisnubroto

Tribun Bali/Cisilia Agustina S
Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Jalan Jendral Sudirman, Denpasar, Kamis (15/10/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Melihat kondisi cadangan operasi yang kian menipis, hingga kurang dari 25 persen, diperkirakan per tahun 2016, Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan tenaga listrik di beberapa daerah.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan energi listrik nasional pada tahun 2015-2024, perlu dipertimbangkan pemanfaatan energi baru untuk pembangkit tenaga listrik.

Energi baru yang dimaksud adalah energi nuklir, mengingat skala kapasitas PLTN yang ada saat ini berada di antara 1000-1400 MW/unit.

Yang mana ini bisa dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir 2015 betempat di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Kamis (15/10/2015).

"Ketika kita menyatakan kemandirian energi, maka yang terbayang adalah menggunakan bahan baku Indonesia sendiri untuk keperluan energi. Untuk itulah PLTN harus segera dibangun," ujar Djarot Sulistio Wisnubroto, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang menguasai teknologi nuklir, Djarot menyatakan bahwa BATAN bertugas mengupayakan kemandirian energi di bidang teknologi nuklir.

Juga untuk menjamin keselamatan masyarakat dari segala kemungkinan resiko dari pembangunan dan pemanfaatan teknologi nuklir tersebut. (*)

Penulis: Cisilia Agustina. S
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved