Melarat di Pulau Surga

Kondisi Nenek 80 Tahun yang Tinggal Dekat Kantor Bupati Buleleng Sehat

"Kita langsung cek kesehatannya, setelah kita cek beliau sehat kok," jelasnya.

Kondisi Nenek 80 Tahun yang Tinggal Dekat Kantor Bupati Buleleng Sehat
Tribun Bali
Zahra (80) saat ditemui di rumahnya di RT I Lingkungan/Kelurahan Kampung, Singaraja, Buleleng, Minggu (18/10/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng membantah tidak pernah memberikan bantuan kepada Zahra (80), warga miskin asal Lingkungan/Kelurahan Kampung Singaraja, Buleleng, Bali yang menderita lumpuh.

Bantahan ini disampaikan melalui rilis yang dikirim Bagian Humas Pemkab Buleleng melalui surat elektronik, Selasa (20/10/2015).
Melalui rilis tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng didampingi Kepala Bagian Humas Pemkab Buleleng, Made Supartawan mengatakan, pihaknya sudah pernah memberikan bantuan bedah rumah kepada keluarga Zahra pada 2013 lalu.

Selain itu, bantuan beras miskin (raskin) juga telah diberikan kepada keluarga tersebut.

"Dua tahun lalu kita sudah berikan bantuan bedah rumah, untuk masalah makanan kita juga sudah memberikan raskin. Jadi bila dikatakan pemkab tutup mata itu bohong besar,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

"Kita selalu melakukan pemantauan raskin yang diberikan, jangan sampai warga yang memerlukan tidak mendapatkan raskin," ucapnya.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pengecekan kondisi terkini dari ibu Zahra. Kami juga akan melihat apa beliau mimiliki kartu kesehatan atau tidak, kalau tidak kita akan dibuatkan itu,” tambahnya.

Sementara Supartawan menambahkan, dirinya langsung berkunjung ke rumah Zahra, sesaat setelah mendapatkan informasi keberadaan nenek tersebut.

“Setelah membaca postingan di media sosial, kami langsung mengunjungi Nenek Zahra,” kata Supartawan.

Di sisi lain, Kepala Dinkes Buleleng, IGN Mahapramana mengatakan, setelah mendapatkan informasi, pihaknya langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Zahra.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan kondisi kesehatan.

"Kita langsung cek kesehatannya, setelah kita cek beliau sehat kok," jelasnya.

Ia menambahkan, Dinkes akan selalu mengecek kesehatan Zahra.

"Setiap tiga hari sekali kita akan mengecek kesehatan beliau dan memberikan obat secara gratis," tandasnya.

Sementara Zahra sudah empat tahun menderita lumpuh, tepatnya sejak terjatuh dari kamar mandi.

Tulang pergelangan tangan kiri dan pinggul kirinya mengalami luka hingga ia merasakan sakit yang teramat perih.

Bukan hanya tidak bisa berdiri, sekadar duduk saja ia tidak sanggup.

Lurah Kampung Singaraja, Sutrsiman mengatakan, sudah mengusulkan bantuan untuk Zahra dengan berkirim surat kepada Dinkes dan Dinsos Buleleng pada Agustus lalu.

Namun menurutnya, sampai selama itu belum ada realisasi bantuan dari kedua instansi tersebut.

“Kemarin (Agustus) kita sudah usulkan, dari kesehatan dulu sudah minta, sudah bersurat ke sana. Sampai sekarang masih belum ada realisasi, baru tiga bulan Agustus kita kirimkan. Kita usulkan kemarin yang lumpuh, katarak, kita usulkan karena nggak bisa jalan sama sekali. Belum dapat apa-apa dia (Zahra), BPJS juga ndak punya,” ujarnya, Minggu (18/10/2015). (*)

Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved