Unud Merasa Ditipu Travel Agent

Polresta Denpasar Periksa Saksi Terkait Penipuan Study Tour Mahasiswa Unud

"Sudah ada sejumlah orang dari travel agent yang kami mintai keterangan dan periksa," ujar Reinhard saat dihubungi Tribun Bali, Selasa (20/10/2015).

Penulis: Edi Suwiknyo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Cisilia Agustina S
Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Udayana yang batal berangkat Study Tour Ke Singapura saat sedang memberi keterangan di area parkir bekas Swalayan di kawasan Diponegoro, Denpasar, Senin (19/10/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar masih mendalami kasus dugaan penipuan study tour ke Singapura oleh biro perjalanan BCCT terhadap ratusan mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Denpasar, Bali

Kepala Satreskrim Polresta Denpasar, Komisaris Polisi (Kompol) Reinhard Habonaran Nainggolan menyatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terjadap sejumlah pegawai BCCT dengan status sebagai saksi.

"Sudah ada sejumlah orang dari travel agent yang kami mintai keterangan dan periksa," ujar Reinhard saat dihubungi Tribun Bali, Selasa (20/10/2015).

Namun Reinhard belum bisa membeberkan identitas orang-orang yang diperiksa dengan dalih mereka baru sebatas sebagai saksi.

"Identitas mereka belum bisa kami beritahukan. Tunggulah perkembangannya, karena masih dalam proses pemeriksaan," kata mantan Kapolsek Kuta Utara ini.

Selain saksi dari biro perjalanan, Polresta juga memeriksa saksi dari pihak penghubung antara travel agent dengan pihak mahasiswa Unud sebagai panitia . “Saksi penghubung itu diperiksa sejuah mana keterlibatannya dengan kasus dugaan penipuan itu," ucap Reinhard.

Secara bersamaan, lanjut Kasatreskrim, anggotanya kini juga sedang menelusuri keberadaan Hd.

Pria berusia 30 tahun itu diduga sebagai orang yang melarikan uang sekitar Rp 1,1 miliar yang telah dibayarkan para mahasiswa Unud untuk keperluan study tour.

Hd juga diketahui sebagai anak pemilik travel agent.

"Masih kami kejar dia. Anggota sudah saya kerahkan ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat pelaku berada," katanya.

Sempat terdengar kabar bahwa Hd sudah diamankan oleh jajaran Satreskrim Polresta Denpasar kemarin.

Namun setelah dikonfirmasi ulang, Reinhard  menyatakan belum berhasil menemukan Hd. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved