Ini Cara Tepat Mencuci Sayur dan Buah yang Wajib Anda Ketahui

Mencuci sayuran dan buah beberapa detik di bawah air mengalir ternyata tidak cukup untuk menyingkirkan kuman, debu, atau pestisida di dalamnya.

Ini Cara Tepat Mencuci Sayur dan Buah yang Wajib Anda Ketahui
Kompas
Ilustrasi 

TRIBUM-BALI.COM - Kulkas menjadi tempat andalan kita menyimpan bahan pangan karena kesegarannya lebih terjaga.

Tetapi, kulkas juga bisa menjadi media penularan kuman yang memicu keracunan makanan.

Kuman dan bakteri bisa berasal dari tumpahan cairan atau dari bahan makanan, bahkan meski kita sudah mencucinya sebelum menyimpan.

Sebagian bakteri bahkan bisa hidup sampai seminggu di kulkas.

Mencuci sayuran dan buah beberapa detik di bawah air mengalir ternyata tidak cukup untuk menyingkirkan kuman, debu, atau pestisida di dalamnya. 

Cara menyimpan

Biarkan buah dan sayuran tetap berada di plastik dari pada mengeluarkannya dan meletakknya langsung di kulkas. Tetapi agak longgarkan sedikit plastiknya agar kelembaban bisa keluar dan mencegah pertumbuhan jamur.

Cara membilas

Cucilah setiap jenis sayur dan buah-buahan di bawah air mengalir selama 30-60 detik. Sebenarnya dengan air keran tanpa sabun pun sudah cukup bersih asalkan dibilas dalam waktu tersebut.

Cara menggosok

Gunakan tangan untuk menggosok kulit buah agar kuman dan bakteri gampang dihilangkan. Tetapi jangan menggosok terlalu keras. Untuk buah atau sayuran yang keras, Anda bisa memakai sikat khusus buah-buahan atau sikat gigi bersih. 

Penggunaan sikat itu terutama untuk sayuran yang memiliki celah kecil, seperti brokoli atau kembang kol. Jangan lupa mencuci permukaan jeruk, melon, atau semangka, meski Anda akan mengupasnya. 

"Saat kita memotong bahan pangan dengan pisau, bakteri di permukaan bisa masuk ke dalam," kata Sandria Godwin, profesor di College of Agriculture, Human and Natural Science, Tennessee State University, Amerika Serikat.

Cara merendam

Kebanyakan buah dan sayuran tidak perlu direndam, kecuali sayuran berdaun hijau seperti bayam, daun singkong, atau selada. Setelah direndam, bilas di bawah air mengalir. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:

Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali

Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved