Desa Batu Kandim Dapat Dana Paling Banyak, Desa Toya Pakeh Paling Sedikit

Pengamprahan dana desa di Klungkung sudah memasuki termin kedua dan beberapa desa bahkan sudah berhasil mencairkan dana desanya.

Desa Batu Kandim Dapat Dana Paling Banyak, Desa Toya Pakeh Paling Sedikit
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pengajuan amprah dana desa di Klungkung, Bali sudah memasuki termin kedua dan beberapa desa bahkan sudah berhasil mencairkan dana desanya.

Hingga saat ini, Desa Batu Kandik, Nusa Penida menjadi daerah dengan penerima dana desa dengan nilai terbanyak yaitu Rp Rp 349 juta. Sementara itu, yang terendah adalah Desa Toya Pakeh, yang juga berada di Nusa Penida yakni Rp 269 juta.

“Besaran dana yang didapat tersebut tergantung dari jumlah penduduk, tingkat kemiskinan dan kondisi geografis," terang I Wayan Suteja, Kepala Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga Berencana dan Pemerintahan Desa, Selasa (27/10/2015).

Menurutnya, hingga saat ini sebagian besar dana desa yang total dianggarkan pemerintah sebesar Rp 15 milyar tersebut belum terserap sempurna. Meskipun, pada termin kedua ini, semua desa, yakni 53 desa sudah mengajukan amprah umtul pencairan dana desa.

“Untuk termin pertama dan kedua pengajuannya sebagain besar untuk pengerjaan soal rehab rumah warga miskin dan pengerasan gang. Seperti misalnya di Nusa Penida, ada proyek pengerasan jalan tepatnya Desa Kutampi yang sudah bisa dikerjakan," terang I Wayan Suteja.

Untuk di tahun 2016 nanti, pengamprahan dana desa sudah harus dimulai sejak bulan Januari dan rancangan APBDes harus sudah dilakukan mulai November. Untuk itu, desa wajib menyusun RKP (Rencana Kerja Pemerintah Desa) sesuai dengan ketentuan UU no 6 tahun 2014.(*)


Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved