Panen Raya Padi Kualitas Unggul di Subak Pulagan

Panen raya padi seluas 10,7 hektare ini, sebagai wujud komitmen dalam upaya menyediakan pangan yang cukup dan aman bagi masyarakat.

Panen Raya Padi Kualitas Unggul di Subak Pulagan
Humas Pemprov Bali
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta bersama Kepala Perwakilan BI Bali Dewi Setyowati dan pejabat lainnya menghadiri panen raya padi, di subak Pulagan, Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali, Selasa (27/10/2015). 

TRIBUN-BALI.com, GIANYAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan sektor pertanian tidak hanya sebagai penghasil produk pangan dalam pemenuhan konsumsi masyarakat saja, namun juga berperan sebagai pelestarian lingkungan, adat dan budaya.

Mengingatkan kehidupan agraris masyarakat Bali adalah pondasi kebudayaan daerah yang adiluhung.

Hal ini diungkapkannya dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta saat menghadiri panen raya padi, di subak Pulagan, Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali, Selasa (27/10/2015).

Panen raya padi seluas 10,7 hektare ini, sebagai wujud komitmen dalam upaya menyediakan pangan yang cukup dan aman bagi masyarakat.

Panen padi dengan menggunakan system of rice intensification berbasis microbacter MA 11 yang merupakan metode untuk dapat mengembalikan unsur alami dan produktivitas secara organik.

Pemilihan subak Pulagan ini karena subak ini merupakan satu diantara warisan budaya dunia.

Dengan menggunakan system of rice intensification and microbacter 11 ini, petani penggarap mulai memperbaiki struktur tanah pertanian, sehingga lahan yang digarap oleh 48 petani ini mampu menghasilkan 11,2 ton per hektare.

Petani subak Pulagan sebelumnya menggunakan bahan kimia secara luas, baik pupuk dan pembasmi hamanya, belut sebagai ciri khas subak Pulagan sudah menghilang serta produkstivitas pertanian juga mulai menurun.

Penanaman perdana dengan metode sistem ini dilakukan pada 7 Juli lalu, dan berhasil tercatat sebagai rekor MURI karena penanaman seluas 10,7 Ha dalam waktu sehari, yang merupakan sinergitas Pemerintah Provinsi Bali dengan pihak Bank Indonesia.

Sudikerta mengatakan, penerapan teknologi pertanian ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, serta mendukung kelestarian lahan dan lembaga subak.

Sehingga kegiatan ini mampu menjadi tonggak awal untuk meneguhkan komitmen semua pihak demi kesejahteraan petani dan masyarakat Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati berharap penggunaan metode system of rice berbasis microbacter MA 11 dapat menjadi percontohan terhadap penggunaan teknologi yang baru, sehingga dapat menumbuhkan minat dan motivasi para generasi muda untuk kembali berkiprah di dunia pertanian.

Setelah dilakukan di subak Pulagan, diharapkan gerakan demonstrasi teknologi usaha tani padi ini dapat dilanjutkan ke lahan lahan pertanian sekitarnya, bahkan seluruh subak yang ada di daerah Bali lainnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan 5 ekor sapi dan renovasi kandang oleh kepala perwakilan BI Provinsi Bali Dewi Setyowati yang diterima oleh Ketua Kelompok Tani, Ternak dan Ikan Subak Pulagan Sang Nyoman Astika, dan disaksikan oleh Kadis Pertanian, Tanaman Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnu Ardhana, Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, Kepala BPS Bali, Kepala Bulog, Kepala Badan Musyawarah Perbankan Daerah Bali dan petani setempat. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved