LPJ di Jembatan Penghubung Tabanan Mati, Supir Waswas
Tidak hanya shortcut di Kerambitan yang tidak berfungsi, tapi juga dua shortcut yang berada di Baratnya, di Desa Bantas dan Megati.
Penulis: I Made Argawa | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Keberadaan jembatan penghubung (shortcut) di jalur tengkorak Tabanan memberikan akses transportasi yang lebih nyaman dan aman bagi pengguna jalur By Pass Denpasar Gilimanuk.
Namun sekitar sebulan terakhir lampu penerangan jalan (LPJ) di tiga shortcut tidak berfungsi atau mati.
Seorang supir truk asal Bandung, Bambang (40) mengeluhkan kondisi itu, pasalnya dirinya menjadi waswas ketika melewati jalan tanpa penerangan.
"Tidak berfungsi sekitar sebulan terakhir, saya sering lewat, angkut kaca dari Surabaya menuju Denpasar," ujarnya saat ditemui tengah parkir di sebelah Barat shortcut Kerambitan, Selasa (3/11/2015).
Dia menuturkan, tidak hanya shortcut di Kerambitan yang tidak berfungsi, tapi juga dua shortcut yang berada di Baratnya, di Desa Bantas dan Megati.
"Yang dua (jembatan shortcut red) di Barat juga lampunya mati," ujar pria yang setiap minggunya selalu pulang pergi Surabaya-Denpasar itu.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) I Made Agus Hartawiguna menjelaskan, jika keberadaan shortcut di Tabanan adalah tanggung jawab dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VIII Denpasar.
"Saya belum terima laporan jika lampu penetangannya mati, shortcut wewenangnya ada di Balai Besar Jalan Nasional VIII, belum dilimpahkan ke Pemerintah daerah," ujarnya.
Terkait dengan pemeliharaan infrastruktur penunjang seperti lampu penerangan jalan juga masih berada di Balai Besar Jalan Nasional.
"Pengelolaan infrastruktur masih juga di Balai Besar Jalan Nasional VIII Denpasar," tambah Agus.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/shortcut-kerambitan-tabanan_20151103_210423.jpg)