Sumana Tulis Surat Pernyataan Dana Bansos Dititipkan Anggota DPRD Buleleng

Ketua Kelompok Tani Ternak Manik Sari, Wayan Sumana menulis surat pernyataan tertanggal 28 Oktober 2015 yang berisi penjelasan kronologis pencairan

Sumana Tulis Surat Pernyataan Dana Bansos Dititipkan Anggota DPRD Buleleng
Tribun Bali
Kepala Distanak Buleleng, Nyoman Swatantra menunjukkan laporan sementara Kelompok Tani Ternak Manik Sari Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng di kantornya, Kamis (5/11/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ketua Kelompok Tani Ternak Manik Sari, Wayan Sumana menulis surat pernyataan tertanggal 28 Oktober 2015 yang berisi penjelasan kronologis pencairan dana Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.

(Baca: Dana Bansos untuk Kelompok Tani Ternak Diduga Tidak Tepat Sasaran)

Sebelumnya kelompok asal Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini diduga tidak memanfaatkan dana Bansos sesuai peruntukannya.

Di dalam surat pernyataan itu dijelaskan, dana bansos yang sudah cair senilai Rp 59,5 juta melalui rekening bank, Jumat (11/9/2015) telah diambil senilai Rp 49,5 juta.

Sumana tidak langsung menggunakan uang tersebut untuk membeli bibit sapi, babi dan pakan ternak sesuai yang diajukan dalam proposal. Dari proposal permohonan dana bansos yang dibuat 3 Juni 2014 lalu, kelompok ini mengajukan dana bansos senilai Rp 60 juta.

Namun uang yang sudah ditarik dari rekening itu justru dititipkan kepada seorang anggota DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari. Alasannya karena takut menyimpan uang dalam jumlah besar.

“Pada tanggal yang sama, saya menitipkan uang tersebut kepada ibu Luh Hesti Ranitasari di rumahnya di Desa Tamblang karena saya maupun bendahara KTT tidak berani menyimpan atau membawa uang tersebut,” tulis Sumana dalam surat pernyataannya.

Uang inilah yang awalnya diduga disalahgunakan peruntukannya. Uang sebesar itu diduga tidak dimanfaatkan untuk membeli bibit sapi, babi dan pakan ternak.

“Lho kalau takut menyimpan uang dalam jumlah besar kenapa uang itu malah ditarik. Kenapa tidak dibiarkan dulu tersimpan dalam rekening sampai benar-benar siap untuk membeli bibit ternak?” ujar seorang sumber.

Dalam surat itu dijelaskan juga, setelah dititipkan selama dua hari, yakni Minggu (13/9/2015) sampai Selasa (22/9/2015), Sumana memanfaatkan uang itu untuk membeli tujuh ekor sapi secara bertahap dan di tempat yang berbeda dengan nilai Rp 42 juta. Sisa uang, Rp 7,5 juta untuk pembayaran pembelian bibit tujuh babi pada Sabtu (12/9/2015).

Halaman
12
Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved