Kredit Perbankan di Bali Mencapai Rp 68,18 Triliun

Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit nasional yang pada periode yang sama tumbuh sebesar 10,95 persen (yoy).

Kredit Perbankan di Bali Mencapai Rp 68,18 Triliun
Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati 

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Walau masih dalam perlambatan ekonomi global maupun nasional, penyaluran kredit perbankan di Provinsi Bali pada Triwulan III 2015 (posisi bulan Agustus) tercatat sebesar Rp 68,18 triliun atau tumbuh sebesar 12,94 persen (year-on-year dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya).

Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit nasional yang pada periode yang sama tumbuh sebesar 10,95 persen (yoy).

Namun demikian, pertumbuhan kredit ini sedikit lebih lambat dibandingkan dengan triwulan II-2015 (posisi bulan Juni) yang sebesar 13,78 persen (yoy) dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 16,73 persen (yoy).

Kepala Bank Indonesia (BI) Kanwil Bali, Dewi Setyowati, di Denpasar, mengatakan, perlambatan pertumbuhan ini terjadi untuk seluruh jenis penggunaan kredit, baik untuk Kredit Modal Kerja yang turun 0,47 persen menjadi 11,97 persen (yoy).

Kredit Investasi yang turun 2,35 persen menjadi 15,07 persen (yoy) dan Kredit Konsumsi yang turun 0,37 persen menjadi 12,81 persen (yoy).

"Relatif masih tingginya pertumbuhan tahunan kredit investasi dan modal kerja di Provinsi Bali pada triwulan berjalan (double digit) mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha masih tetap optimis terhadap rencana pengembangan usahanya ditengah tendensi perlambatan ekonomi yang terjadi," katanya dalam berita rilis, Senin (9/11/2015).

Sementara itu berdasarkan sektor ekonominya, terdapat beberapa sektor yang masih menunjukkan peningkatan pertumbuhan kredit pada periode triwulan III-2015 dibanding triwulan sebelumnya.

Sektor-sektor yang masih tumbuh tinggi tersebut meliputi sektor Pertanian yang tumbuh 24,21 persen yoy (meningkat 7,47 persen dibandingkan triwulan sebelumnya), Pengangkutan dan Komunikasi tumbuh 30,92 persen yoy (meningkat 1,99 persen), serta sektor Jasa Keuangan tumbuh 34,76 persen yoy (meningkat 2,58 persen).

Meskipun demikian, terdapat beberapa sektor ekonomi yang mengalami perlambatan pertumbuhan kredit pada triwulan laporan dibandingkan triwulan sebelumnya antara lain sektor PHR yang tumbuh 15,40 persen yoy (turun 1,60 persen), dan Industri Pengolahan yang tumbuh 3,52 persen yoy (turun 3,87 persen).

Kinerja perbankan yang masih cukup baik pada Triwulan III-2015, juga tercermin oleh perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) Provinsi Bali yang tercatat sebesar Rp 80,95 triliun atau tumbuh 9,40 persen (yoy), meskipun sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 11,23 persen (yoy).

Pertumbuhan yang melambat pada DPK disebabkan oleh penurunan pertumbuhan pada tabungan (dengan share 43 persen) yang hanya tumbuh sebesar 2,25 persen yoy (turun 2,17 persen), sementara Deposito (dengan share 39 persen) tumbuh sebesar 18,77 persen yoy (turun 7,94 persen). (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved