Melarat di Pulau Surga

Ketut Srining, Janda yang Mengabdi Untuk Mertuanya, Jual Pencabut Jenggot Untuk Bertahan Hidup

Mata Ni Ketut Srining (65) berkaca-kaca ketika menyaksikan mertuanya, Ni Nyoman Janten (100)

Ketut Srining, Janda yang Mengabdi Untuk Mertuanya, Jual Pencabut Jenggot Untuk Bertahan Hidup
Tribun Bali/ Eka Mita Suputra
Ni Nyoman Janten (100) terbaring tidak berdaya di kediamannya yang terletak di Banjar Tengah, Desa Besang Kawan, Semarapura Kaja, Klungkung, Bali, Senin (23/11/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Mata Ni Ketut Srining (65) berkaca-kaca ketika menyaksikan mertuanya, Ni Nyoman Janten (100), terbaring tak berdaya di kediamannya, Banjar Tengah, Desa Besang Kawan, Semarapura Kaja, Bali, Senin (23/11/2015).

Usianya yang seabad membuat kondisi Ni Nyoman Janten lemah.

Sekujur kulit mengkeriput, dan rambut panjangnya pun memutih.

Kondisi tubuh Janten sangat kurus dan hanya mampu merangkak.

Di usia senjanya, kehidupan Janten cukup memprihatinkan.

Ia hidup sebatang kara tanpa anak dan cucu-cucunya.

Ia menggantungkan hidupnya pada sang menantu.

Srining merupakan janda dari putra bungsu Janten, yang sudah meninggal mendahuluinya.

"Bagaimana pun kondisinya, Janten adalah mertua saya. Walau saya juga seorang diri, saya harus tetap merawatnya," ujar Srining

Sebenarnya masih ada putra Janten lainnya yang masih hidup, yaitu Wayan Artha Winaya (60).

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved