Young Gen

PBB Datangkan 3 Pembicara untuk Berbagi Informasi Beasiswa Luar Negeri

Komunitas Pejuang Beasiswa Bali (PBB) mengadakan Clinical Workshop VII di IALF Bali, Sabtu (21/11/2015).

PBB Datangkan 3 Pembicara untuk Berbagi Informasi Beasiswa Luar Negeri
Tribun Bali/Luh De Dwi Jayanthi
Peserta dan Pembicara berfoto bersama usai Clinical Workshop VII di IALF, Denpasar, Sabtu (21/11/2015) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komunitas Pejuang Beasiswa Bali (PBB) mengadakan Clinical Workshop VII di IALF Bali, Sabtu (21/11/2015). Pada acara ini dihadirkan tiga orang penerima beasiswa luar negeri dari Australia, Jerman dan New Zealand.

Ketiga pembicara ini berbagi cerita tentang pengalaman mereka berjuang meraih beasiswa. Tak semua perjalanan mencari beasiswa itu mulus, ternyata mereka sempat mengalami beberapa kali penolakan aplikasi besiswa.

Ni Luh Putu Ariastuti peraih Australia Development Scholarship di The University of Melbourne, Australia bercerita kalau ia ingin sekali kuliah di luar negeri. “Saya tamatan dokter di Unud, lalu saya ingin belajar S2 di luar negeri. Saat itu tak ada yang saya tanyakan, akhirnya isi aplikasi sendiri dan sempat gagal,” tutur Ariastuti.

Ia melanjutkan S2 tentang ilmu kesehatan di University of Melbourne, pesannya selalu semangat dan kerja keras meraih mimpi. “Semangat saya saat itu, bagaimanapun caranya saya harus lihat Kangguru langsung ha ha,” tutur Ariastuti, ibu satu anak ini.

Setali tiga uang dengan Ni Nyoman Ayu Dewi, peraih DAAD Scholarship Georg-August Universitat Goettingen, Germany. “Pikiran saya teracuni oleh pembimbing saya waktu S2 di UGM. Saya didesak untuk kuliah di luar negeri dengan melamar beasiswa,” tutur Ayu Dewi.

Ayu Dewi berbekal semangat untuk melamar beasiswa DAAD, meski sempat ditolak. “Ya saya itu orang yang tak punya plan B. Kalau sudah ada plan A ya harus A,” cerita Ayu Dewi yang sekarang bekerja di Laboratorium Biokimia, FK Unud.

Kemudian ada Kadek Sumaja yang lolos New Zealand Asean Scholarship di University of Auckland. Dek Maja lebih menekankan ke pelajari dengan seksama dan lengkapi semua persyaratan minimal yang diminta.

“Aplikasi harus dipelajari dan dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Jangan sampai jarak seminggu baru isi aplikasi, banyak hal-hal kecil yang harus dipersiapkan,” ujar Dek Maja, lulusan Jurusan Fisika, FMIPA Unud ini.

Ketua Harian Komunitas Pejuang Beasiswa, Agus Adi Putrawan mengatakan kegiatan Clinical Workshop VII ini sudah berlangsung selama tujuh kali. “Kegiatan ini kami lakukan rutin setiap bulan dengan mengajak kerjasama dari berbagai kalangan,” tutur Agus Adi.

Tujuan dari kegiatan ini untuk mewadahi anak muda yang memiliki ketertarikan tentang beasiswa luar negeri. “Minimal anak muda mendapatkan informasi tentang kuliah gratis ke luar negeri melalui apply beasiswa,” jelas Agus Adi yang sedang mempersiapkan aplikasi beasiswa Ph.D ke Australia ini.

Agus Adi kemudian berpesan, “Ketika kalian memiliki mimpi, mimpilah yang indah. Raih itu dan jangan lupa apply beasiswa, ha ha,” tutur Agus Adi serambi tertawa.(*)

Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved