Melarat di Pulau Surga

Bocah 3 Tahun Bisa Makan Jika Ibunya Rutin Diupah Rp 30 Ribu per Hari

Jika mendapatkan pekerjaan serabutan, rata-rata Wir menerima upah Rp 80 ribu per hari. Sedangkan Wahyuni mendapatkan Rp 30 ribu sebagai upah mengalap

Bocah 3 Tahun Bisa Makan Jika Ibunya Rutin Diupah Rp 30 Ribu per Hari
Tribun Bali/ Lugas Wicaksono
Luh Adi Sri Wahyuni (kiri) menggendong anaknya, Wayan Susila Sate Budi (tengah) bersama suaminya, Gede Wir (kanan) di atas kasur usang beralaskan tanah berdebu dalam rumahnya, di Banjar Kelod Kangin, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Minggu (6/12/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Luh Adi Sri Wahyuni  (20), sedang mengasuh anaknya yang masih balita, Wayan Susila Sate Budi (3) di depan rumah, Banjar Kelod Kangin, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Minggu (6/12/2015).

Siang itu, ibu muda ini baru saja selesai bekerja mengalap cengkeh.

Sementara suaminya, Gede Wir (25) yang hanya pekerja serabutan, saat itu tidak bekerja dan hanya menganggur di rumah.

Rumah keluarga ini berukuran sekitar 4 x 6 meter, terdiri dari satu ruangan.

Dindingnya dari batako dan beralaskan tanah.

“Dulu temboknya hanya anyaman bambu. Lalu kami tembok pakai batako sedikit demi sedikit sejak menikah tiga tahun lalu dari hasil kerja serabutan,” kata Wir.

Kasur busa yang telah usang diletakkan begitu saja di atas tanah berdebu dalam rumahnya.

Ruang itu sekaligus sebagai ruang tidur bagi mereka.

Tidak jarang balitanya jatuh sakit.

Lihat saja kondisi ruangan itu, menyediakan satu jendela sebagai ventilasi di dalam rumah.

Halaman
12
Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved