Inspirasi

Inikah Lukisan Wayang Gaya Baru? Teja Astawa Berani Ubah Karakter Wayang Kamasan

Kala itu, minatnya pada wayang cukup tinggi dan ia terus mencari bekas-bekas wayang yang tak digunakan lagi.

Inikah Lukisan Wayang Gaya Baru? Teja Astawa Berani Ubah Karakter Wayang Kamasan
Tribun Bali/ AA Seri Kusniarti
Ketut Teja Astawa, dan karya lukisannya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), Ketut Teja Astawa telah menyukai seni rupa.

Hobi dan ketertarikannya kemudian diasah saat ia memilih studi seni rupa di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar pada 1990.

“Awalnya saya menyukai artistik, seperti lukisan buah, sejak saya kecil dan masih sekolah dasar. Saya lakukan semuanya sendiri, otodidak, karena tidak ada bakat dari keturunan langsung,” katanya.

Astawa mengatakan, ayahnya seorang TNI Angkatan Udara, sedangkan ibunya adalah pedagang.

Awal inspirasinya datang secara bebas dan spontanitas sebagai dasar untuk menuangkan ide dan kreasi ke dalam kanvas.

“Sejak kecil saya tertarik dengan wayang, hingga sekarang ini menjadi tema sama. Waktu kecil saya suka bentuknya, tapi saya belum bisa melukisnya,” kata pria ini kepada Tribun Bali, di studionya, Gang Bambu, Jalan Sekuta, Sanur, Denpasar, Sabtu (5/12/2015).

Kala itu, minatnya pada wayang cukup tinggi dan ia terus mencari bekas-bekas wayang yang tak digunakan lagi.

Wayang bekas ini ia koleksi, untuk menenuhi hasrat batinnya untuk memiliki wayang.

“Wayang itu dikasih oleh kakek saya. Dia mencari wayang itu, seusai menonton wayang. Apakah benar itu bekas sobekan wayang, atau beli di pedagang mainan, saya tidak tahu pasti. Tapi yang jelas saya sangat bahagia,” katanya.

Kecintaan Teja Astawa pada wayang datang dari tradisi yang melekat pada seni budaya wayang itu sendiri.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved