Sampah dan Enceng Gondok di Musim Hujan Ancam Mangrove Teluk Benoa
Memasuki musim penghujan, sampah dan tanaman enceng gondok diprediksi akan mengalir ke Teluk Benoa, Badung, Bali.
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Memasuki musim penghujan, sampah dan tanaman enceng gondok diprediksi akan mengalir ke Teluk Benoa, Badung, Bali. Padahal, sampah dan tanaman enceng gondok menjadi musuh utama bibit mangrove yang baru berumur lima tahun sejak penanaman.
Sekretaris Kelompok Nelayan Wanasari, Agus Diana menjelaskan, sampah tahun ini dan tahun depan diprediksi akan meningkat 200 persen dari tahun sebelumnya.
"Sebab jika tahun-tahun sebelumnya masih ada dua jaring berfungsi di dua Tukad. Sedangkan saat ini Tukad Mati dan Tukad Badung rusak dan tidak ada perbaikan. Kondisi tersebut sangat mengancam 10 ribu bibit mangrove yang baru di tanam warga, nelayan dan komunitas disabilitas," tandasnya saat menunjukkan sampah di Teluk Benoa, Minggu (6/12/2015).
Sekadar diketahui, selama lima tahun penanaman bibit mangrove yang dilakukan oleh para nelayan, wisatawan, mahasiswa, dan beberapa komunitas, sudah mencapai 15 ribu lebih.
Hanya saja, karena kondisi Teluk Benoa yang tercemar sampah, kondisi tersebut membuat sekitar 5 ribu bibit mengalami gagal tanam.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/enceng-gondok-sampah_20151206_211835.jpg)