Warga Klungkung Harap Waspadai Tanah Longsor, Pohon Tumbang, dan Banjir

Setelah dilanda kekeringan akibat kemarau panjang, Kabupaten Klungkung mulai di guyur hujan. Sudah dua hari terakhir Klungkung terus diguyur hujan

Warga Klungkung Harap Waspadai Tanah Longsor, Pohon Tumbang, dan Banjir
Tribun Bali/Putu Candra
Seorang warga menunjukkan lokasi tempat tiga warga Nusa Penida tewas tertimpa longsoran tebing batur kapur, Kamis (4/5/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Setelah dilanda kekeringan akibat kemarau panjang, Kabupaten Klungkung mulai di guyur hujan. Sudah dua hari terakhir Klungkung terus diguyur hujan dengan itensitas ringan dan sedang.

Melihat cukup tingginya curah hujan di Kabupaten Klungkung, Sekretaris BPBD Klungkung, I Dewa Gede Wisasta menjelaskan, saat ini ada dua bencana yang kerap terjadi dan perlu diantisipasi saat musim hujan yakni pohon tumbang dan tanah longsor.

"Saat musim hujan seperti saat ini, di Klungkung biasanya rawan akan bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Saya harap warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar lebih waspada terutama daerah di wilayah perbukitan di Dawan. Namun, untuk antisipasi dini kita telah siapkan tim reaksi cepat untuk mengantisipasi bencana pohon tumbang dan longsor pada musim hujan,” ujar I Dewa Gede Wisasta, Minggu (6/12/2015).

Ia menegaskan, selama ini daerah rawan longsor yang terdapat di Klungkung mencakup wilayah perbukitan di Dawan seperti bukit abah dan bukit tengah.

Hal serupa pun diungkapkan oleh Wakil Bupati, Made Kasta. Ia memetakan, selama musim hujan di Klungkung yang rawan terjadi tanah longsor merupakan daerah perbukitan di Dawan dan beberapa bukit kapur daerah di Nusa Penida.

"Meskipun dominan tebing kapur dan karang, Nusa Penida tetap rawan longsor. Hal ini juga kejadian beberapa bulan lalu yang menyebabkan tiga warga Nusa Penida tewas tertimbun longsor batu kapur," ungkap Made Kasta.

Selain bencana longsor, Kabupaten Klungkung juga rawan akan bencana banjir. Terutama, wilayah-wilayah di bantaran sungai Unda yang kerap kali menjadi langganan terjangan air bah sungai unda.

"Warga dibantaran sungai unda juga harus waspada dengan bahaya terjangan air bah. Dulu hal ini sempat memakan korban jiwa, selain juga kerap menghanyutkan ternak sapi warga," tambahnya.(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved