Pilkada Serentak di Bali

Puluhan Surat Suara Rusak Dibakar di Depan Halaman Kantor KPUD Jembrana

KPUD Jembrana memusnahkan surat suara yang ditemukan dalam keadaan rusak, Senin (7/12/2015).

Puluhan Surat Suara Rusak Dibakar di Depan Halaman Kantor KPUD Jembrana
Tribun Bali/Prima

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Menjelang Pilkada serentak Kabupaten Jembrana yang tinggal dua hari lagi, KPUD Jembrana memusnahkan surat suara yang ditemukan dalam keadaan rusak, Senin (7/12/2015).

Sebanyak 43 surat suara yang rusak itu dimusnahkan di halaman depan kantor KPUD Jembrana, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dan disaksikan oleh sejumlah pihak terkait.

Pantauan Tribun Bali, pemusnahan surat suara ini dilangsungkan pukul 09.00 Wita dengan cara dibakar.

Satu persatu surat suara yang rusak dibakar tanpa menggunakan tong dan disaksikan oleh Kapolres Jembrana, AKBP Djoni Widodo, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Jembrana, Pande Made Ady Mulyawan, beserta kedua perwakilan dari masing-masing pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jembrana.

Ketua KPUD Jembrana, Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, didampingi Komisioner Divisi Logistik KPUD Jembrana, Putu Eka Sutamarbawa, mengatakan dari 43 surat suara yang dimusnahkan tersebut, 9 di antaranya dalam keadaan robek, 31 surat suara dalam keadaan berbecak atau kotor, satu surat dalam keadaan tidak terpotong dan satu surat suara sisanya dalam keadaan salah pemotongan.

"Tadi ada 43 surat suara rusak yang kita musnahkan dengan cara dibakar. Karena ini tidak terlalu banyak, makanya tidak pakai tong dan hanya satu persatu saja dibakarnya," katanya.

"Untuk pendistribusian logistik Pilkada akan kami langsungkan Selasa (8/12/2015) besok. Tentunya dengan melibatkan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian," pungkas Darmasanjaya dikonfirmasi Senin.

Di lain sisi, Ketua Panwaslih Jembrana, Pande Made Ady Mulyawan, mengatakan hingga saat ini pihaknya baru menerima satu laporan dari warga terkait letak TPS yang berjauhan dari rumah mereka.

Namun pihaknya akan mencoba mengumpulkan data terkait laporan tersebut dan segera dikoordinasikan dengan KPUD Jembrana.

Selain laporan lokasi TPS yang jauh dari rumah warga, kata dia, pihaknya juga mendapati surat panggilan memilih bagi warga yang seharusnya ditarget rampung oleh KPUD Jembrana Minggu (6/12/2015), justru molor sehari

 Seperti ia sendiri yang baru mendapat surat panggilan memilih pada Minggu kemarin.

"Kami sudah seringkali berkoordinasi dengan KPUD dan meminta agar pemilih disediakan TPS yang dekat dengan rumahnya. Tapi coba nanti akan kami telusuri lagi," bebernya.

"Sampai saat ini tahapan Pilkada memang berjalan aman dan lancar dan mudah-mudahan terus kondusif hingga proses pemilihan. Memang baru ada satu laporan itu saja, kalau yang lain belum ada," tutup Mulyawan Senin kemarin. (*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved