Young Gen

Selain Indonesia Secara Umum, Internal Unud Juga Gelar Pesta Demokrasi

Pesta demokrasi Desember ini tak hanya mewarnai beberapa daerah di Provinsi Bali. Namun, juga di lingkup Universitas Udayana Bali

Selain Indonesia Secara Umum, Internal Unud Juga Gelar Pesta Demokrasi
Tribun Bali/Luh De Dwi Jayanthi
Seorang Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian memasukkan surat suara usai menyoblos di TPS 13 di FTP Unud, Senin (7/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pesta demokrasi Desember ini tak hanya mewarnai beberapa daerah di Provinsi Bali. Namun, juga di lingkup Universitas Udayana Bali. Unud juga sedang mengadakan pemilihan calon pemimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di bulan ini.

Puluhan kotak suara terlihat dibawa oleh beberapa panitia Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM) Unud 2015 dari mobil pikap ke lantai II Student Center, Jalan Dr Goris Denpasar, Senin (7/12/2015).

Senin malam sekitar pukul 19.00 Wita, panitia KPRM dengan mengenakan jas almamater tampak masih di Student Center.

 Mereka menunggu jadwal penghitungan suara yang dimulai pukul 21.00 Wita di Aula Lantai 4 Gedung Student Center.

Pemungutan suara pemilihan Presiden BEM dan Wakil Presiden BEM dimulai dari pukul 08.00 Wita di masing-masing fakultas. Kecuali di kampus ekstensi dimulai dari pukul 16.00-19.00 Wita.

Mereka melakukan penjagaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 35 TPS yang tersebar masing-masing jurusan di tiga kampus yaitu Kampus Sudirman, Kampus Nias dan Kampus Bukit Jimbaran.

Rega Adhitya, Ketua Panitia KPRM mengatakan rangkaian Pemilu Raya Mahasiswa (Pemira) ini sudah dimulai sejak 12-14 November dimulai dari pendaftaran calon presiden dan wakil presiden BEM.

“Ada dua kandidat yang bertarung dalam Pemira tahun ini. Mereka melakukan kampanye dan debat kandidat yang disesuaikan dengan jadwal dari KPRM,” ucap Rega saat ditemui Tribun Bali.

Hasil dari Pemilu Raya ini memenangkan kandidat nomor urut dua, pasangan Ketut Agus Mahendra-I Wayan Artadana dengan perolehan suara 2.572 suara, mengalahkan kandidat nomor urut satu I Dewa Gde Agung Oka-Riza Ibnu Ajar dengan perolehan 1.976 suara. Sementara 182 suara tidak sah.

“Sehingga total ada 4.730 suara dari 8.000 surat suara yang dicetak,” ungkap Rega. Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Unud ini berharap mahasiswa Universitas Udayana memiliki pemimpin yang baru untuk memajukan almamater.

“Ini merupakan hasil dari kerja keras kami dari KPRM, telah berjuang dengan sekuat tenaga. Saya harap hasil ini dapat diterima karena kami sudah bekerja dengan jujur dan tepat waktu,” tutup Rega.(*)

Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved