Petani Cemaskan Serangan Hama Wereng Saat Musim Hujan

Masa kekeringan akibat kemarau panjang sudah berakhir. Kini musim hujan sudah tiba. Namun masalah petani padi, khususnya di Subak Rangdu belum usai

Petani Cemaskan Serangan Hama Wereng Saat Musim Hujan
Tribun Bali
Sejumlah anggota Kodim 1609/Buleleng bersama petani menanam padi di Subak Rangdu, Desa Rangdu, Kecamatan Seririt, Buleleng, Senin (7/12/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Masa kekeringan akibat kemarau panjang sudah berakhir. Kini musim hujan sudah tiba. Namun masalah petani padi, khususnya di Subak Rangdu, Buleleng, belum usai. Masalah baru sudah mengintai tanaman padi mereka.

Kelian Subak Rangdu, Ketut Sudarmika mengatakan, panen padi di subaknya sebelumnya terkendala lambatnya musim penghujan. Akibat kemarau panjang, petani kesulitan mendapatkan air bersih untuk irigasi subak.

Sementara saat musim penghujan ini, ia mengkhawatirkan serangan hama wereng. Serangan hama ini membuat padi yang ditanam hangus dan tak berisi.

Ia juga berharap distribusi pupuk kepada petani dapat lebih lancar, dan harga jual beras lebih stabil.

“Kadang-kadang pupuknya datangnya terlambat distribusinya, harga beras naik turun. Kalau musim hujan nanti kami takutnya serangan hama wereng, ini bisa membuat padi kosong dan hangus, pestisida sudah dikasih, tapi cocok-cocokan,” katanya, Rabu (9/12/2015).

Subak Rangdu ini seluas 40 hektar, dan terdiri dari 88 petani. Sementara penghasilan petani setiap musim panen bervariatif.

Petani yang memiliki lahan seluas 50 are dapat menghasilkan rata-rata satu ton.(*)

Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved