BEM Unud Tolak Korupsi Saat Dosennya Terjerat Kasus Korupsi

BEM Unud saat ini sedang bekerja sama dengan beberapa seniman, musisi, dosen, dan pihak lain untuk sebuah acara memerangi korupsi.

BEM Unud Tolak Korupsi Saat Dosennya Terjerat Kasus Korupsi
Tribun Bali/Gunawan
Dari kiri ke kanan: Gus Dark (seniman), Jerinx (musisi), Jenggo (seniman), Hendra, Made Bayak (seniman), Kamajaya (dosen), dan Gubernur BEM Unud Muchamad Zaenal Arifin saat press release di Penggak Men Mersi, Denpasar, Jumat (11/12/2015) sore. 

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Pemandangan kontradiktif tampak di Universitas Udayana Bali.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Udayana meneriakkan perlawanan terhadap korupsi, sementara satu dosennya, Made Meregawa, menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi alat kesehatan RS Sakit Khusus Unud.

BEM Unud saat ini sedang bekerja sama dengan beberapa seniman, musisi, dosen, dan pihak lain untuk sebuah acara memerangi korupsi, yakni "Seni Melawan Korupsi".

"Terkait atau tidak, tapi kami saat ini memang sedang menyuarakan untuk memberantas korupsi. Dan ini akan kami lakukan mulai di institusi tempat kami bernaung," ujar Gubernur BEM Unud Muchamad Zaenal Arifin saat press release acara "Seni Melawan Korupsi" di Penggak Men Mersi, Denpasar, Bali, Jumat (11/12/2015) sore.

Sempat terlontar pertanyaan dari seorang peserta pers release terkait momentum yang berjalan beriringan ini. "Apakah ada yang menunggangi?" tanya peserta tersebut.

Namun hal itu dibantah Arif. Acara itu disebutkan tak ada yang namanya tunggang menunggang.

BEM Unud sendiri mengakui memang dalam beberapa tahun ke belakang BEM kurang aktif, khususnya mengeluarkan aspirasi.

"Beberapa tahun lalu memang. Saat BBM naik kami tak bergerak. Tapi semakin ke sini kami sudah mulai. Dan saat ini kami satu suara, berantas korupsi," katanya.

(BACA Berita Terkait: 'Seni Lawan Korupsi', Jerinx: Saatnya Bersatu)

Sebelumnya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (10/12/2015), Made Meregawa menjalani sidang terkait dugaan korupsi dana alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Khusus untuk Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Unud.

Dalam persidangan kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan bekas Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin, yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Mahkota Negara selaku pemenang tender Alkes RS Sakit Khusus Unud. (*)

Penulis: Gunawan
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved