Film Karya Sineas Bali Diputar di Festival Antikorupsi Bandung

Lewat film ini, sang sutradara sendiri ingin menyampaikan pesan yang tidak tunggal.

Film Karya Sineas Bali Diputar di Festival Antikorupsi Bandung
Istimewa
Proses shooting dan cuplikan tayangan film Pengen HP karya Made Birus yang terpilih untuk diputarkan di Festival Antikorupsi yang diselenggarakan oleh KPK di Bandung. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah film pendek berjudul “Pengen HP” karya sineas Bali, Made Suarbawa diputar di Festival Antikorupsi, satu festival dalam rangka hari Anti-Korupsi yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang berlangsung sejak kemarin, Kamis (10/12/2015) - Jumat (11/12/2015) di Bandung.

Ide film berdurasi 13 menit 53 detik ini diakui pria yang akrab disapa Made Birus ini datang dari sebuah potret miris yang terjadi di kalangan anak muda saat ini.

Sebuah bentuk kegelisahan dari maraknya peristiwa jual beli shawat yang melibatkan anak dan remaja dibawah umur, dan notabene praktek ini juga kerap melibatkan oknum Guru, Pegawai, dan yang lainnya, terutama di daerah Jembrana.

Sehingga kemudian Jembrana dimasukan dalam kategori darurat kejahatan seksual anak oleh Komnas PA.

“Alasan kenapa anak-anak tersebut kemudian terlibat atau tergiur untuk terlibat sebagai “korban” adalah gaya hidup, pengen punya helm baru, pakaian yang trendy dan yang belakangan adalah Smartphone yang dapat menunjukan kelas mereka dalam pergaulan. Kalau ga pakai gadget kok ga keren, ga chat pakai LINE kok oon. Semacam itu,” ujar Birus.

Lewat film ini, sang sutradara sendiri ingin menyampaikan pesan yang tidak tunggal.

Menurutnya, pesan yang ia siratkan bisa beragam dan kembali bergantung pada mereka yang menonton dengan menyimpulkan dan bagaimana membacafilm tersebut dan mengaitkan dengan kejadian sehari-hari di sekitar kita.

“Namun garis besarnya adalah jadilah orang baik. Jika menginginkan sesuatu, dapatkan keinginanmu dengan kerja yang jujur, dengan keringat sendiri dan pastikan jalanmu tidak melanggar norma dan hukum yang berlaku. Ini sulit, tapi berani jujur hebat,” ujarnya.

Diakui Birus, ide cerita ini datangnya sudah lama, bahkan mengendap selama 2 tahun. 

Kemudian ia coba tulis dalam bentuk sekenario namun mengendap lagi selama satu tahun.

Halaman
12
Penulis: Cisilia Agustina. S
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved