Breaking News:

Young Gen

Sing Ke Peken Sing Gaul, Benarkah Anak Muda Kekinian Enggan Belanja ke Pasar Tradisional?

Ini sebuah kenyataan di lapangan, ketika komunitas ini mengadakan acara di Pasar Tradisional, Pasar Badung. Usai absen, anak muda langsung menghilang

Tribun Bali/ Luh De Dwi Jayanthi
Pin yang dibagikan oleh panitia ke pengunjung yang bertuliskan Sing ke Peken Sing Gaul dalam Acara Jelajah Pasar di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Sabtu (19/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Area Pasar Badung, Denpasar, Bali sajikan pemandangan jalanan yang becek, dan bau menyengat pada Sabtu (19/12/2015) malam lalu.

Saat itu, wilayah tersebut diguyur hujan.

Meski demikian, panitia Jelajah Pasar tetap mendirikan tenda dan bersiap melakukan kegiatan caturwulan ini.

Kegiatan itu berupa acara bertema “Pemuda, Pangan dan Pasar”.

Apakah itu?

Ya. Acara ini sebagai ajakan untuk para pemuda supaya berbelanja ke pasar tradisional.

"Apalagi dengan jargon Sing ke Peken Sing Gaul (Tidak ke pasar, tidak gaul), saya harap dapat menggelitik pemuda untuk mulai ke pasar mencari barang maupun jasa," ungkap Herni Frilia Hastuti, Koordinator Program Lingkungan Hidup, PPLH Bali.

Herni mengatakan Jelajah Pasar ini merupakan program kampanye kreatif dari Komunitas Healthy Food Healthy Living (HFHL) Bali.

"Ini sudah kali keenam kami lakukan. Satu masalah yang tak kunjung terpecahkan adalah hanya segelintir anak muda yang datang. Kami menargetkan 100 orang yang datang. Target itu tercapai tapi tidak dari anak muda saja, malah ibu-ibu dan bapak-bapak yang sedang berbelanja ataupun bekerja di Pasar Badung," ungkap Herni.

Halaman
12
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved