Kejari Kecewa Putusan Bebas Pengoplos Elpiji di Singaraja

Ia menyesalkan putusan bebas tersebut. Padahal terdakwa menurutnya telah dikenakan pasal berlapis.

Kejari Kecewa Putusan Bebas Pengoplos Elpiji di Singaraja
Istimewa
Ilustrasi Pengoplosan gas elpiji 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja akan mengajukan kasasi atas putusan bebas terdakwa Putu Sadewa asal Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng dalam sidang yang digelar Rabu (16/12/2015) lalu.

Namun kasasi itu masih belum dapat dilakukan, mengingat Kejari masih belum menerima salinan putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Singaraja.

“Kami jelas secara prosedural akan melakukan tindakan hukum lebih lanjut setelah terdakwa Sadewa diputus bebas. Tapi kami masih menunggu karena sampai sekarang kami belum diberikan salinan putusannya,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum), Kejari Singaraja, Putu Sugiawan, Senin (21/12/2015).

Ia menyesalkan putusan bebas tersebut. Padahal terdakwa menurutnya telah dikenakan pasal berlapis.

“Kami sendiri heran dengan putusan bebas itu mengingat pasal yang disangkakan berlapis, mulai undang-undang perlindungan konsumen hingga pelanggaran terhadap undang-undang migas. Untuk proses hukum lebih lanjut kami tentu tidak mau kecolongan lagi,” katanya.

Sementara Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang tersebut, Cokorda Gede Artana SH MH mengaku telah menyidangkan perakara tersebut sesuai prosedur.

Terdakwa dalam sidang tersebut menurutnya tidak terbukti bersalah.

“Sudah kami pertimbangkan berdasarkan bukti-bukti persidangan. Memang tidak terbukti terdakwa melakukan kegiatan mengoplos gas. Dan itu berdasar fakta persidangan,” ujarnya.

Sebelumnya, terdakwa disangka melanggar pasal 62 ayat (1) huruf a UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, serta pasal 53 huruf e jo Pasal 23 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang Migas, dan pasal 53 huruf c jo pasal 23 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang Migas, dengan ancaman hukuman diatas tiga tahun penjara.

”Kami berpijak pada fakta persidangan dan yang bersangkutan tidak terbukti melakukan perbuatan yang disangkakan,” tegasnya.

Kepala PN Singaraja, Syaifuddin Zuhri, SH mengaku belum mendapat laporan putusan bebas kasus oplosan gas tersebut.

Ia beralasan Senin (21/12) merupakan hari pertama bekerja setelah dilantik menjadi Ketua PN Singaraja.

”Nanti saya akan kroscek  dulu dan setelah itu baru bisa memberikan penjelasan,” ujarnya. (*)

Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved