Pembangunan Dermaga Curah Cair di Pelabuhan Celukan Bawang Terancam Terhenti

Pelabuhan Celukan Bawang sangat potensial untuk menjadi gerbang utama keluar masuknya barang untuk kebutuhan masyarakat di Pulau Bali.

Pembangunan Dermaga Curah Cair di Pelabuhan Celukan Bawang Terancam Terhenti
Tribun Bali
Sebuah kapal tongkang bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Jumat (20/11). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Program Tol Laut yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan rakyat Indonesia nampaknya masih menghadapi banyak kendala.

Misalnya yang terjadi pada peristiwa penghentian proses pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Bali, oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Buleleng, pada Jumat (11/12/2015) lalu.

Padahal pemerintah, melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepelabuhanannya, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), berniat mengembangkan fasilitas dermaga curah cair untuk menerima suplai bahan bakar yang diproyeksikan untuk mencukupi kebutuhan energi Pulau Bali di masa datang.

Pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang ini juga sebagai langkah strategis untuk mendukung program tol laut pemerintah dalam rangka mewujudkan efisiensi biaya logistik yang tidak hanya untuk wilayah Bali saja namun juga untuk kawasan timur Indonesia.

“Karena pentingnya fungsi dermaga curah cair ini, izin pengembangan dermaga curah cair di Pelabuhan Celukan Bawang telah diputuskan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Keputusan Dirjen Hubla Nomor: BX-443/PP008,” kata Kepala Humas Pelindo III, Edi Priyanto, dalam siaran persnya Selasa (22/12/2015).

Lanjutnya, walau telah ada rekomendasi tersebut, institusi di daerah malah menghentikan proses pengembangan pelabuhan penting di pesisir utara Bali tersebut.

Sehingga proses pembangunan tiang pancang dermaga curah cair yang telah dimulai sejak 10 Desember 2015 lalu dengan nilai total investasi mencapai Rp 87 miliar dikhawatirkan akan terhenti.

“Pelabuhan Celukan Bawang sangat potensial untuk mendukung perekonomian dan pariwisata Bali. Karena selain bisa disandari kapal pesiar internasional, draft atau kedalaman kolam pelabuhan yang secara alami (tanpa dikeruk) mencapai 11,5 meter mampu menerima kapal-kapal logistik berukuran besar,” katanya.

Jadi kata dia, Pelabuhan Celukan Bawang sangat potensial untuk menjadi gerbang utama keluar masuknya barang untuk kebutuhan masyarakat di Pulau Bali.

Hal inilah yang disesalkan banyak pihak, karena pembangunannya justru terhambat oleh masalah tumpang tindihnya peraturan.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved