BERITA FOTO: Indahnya Akulturasi Budaya Dalam Maulid Basa di Desa Pegayaman

Di sela penyerahan sokok, Sekaa Hadrah menari tarian silat sembari diiringi tetabuhan rebana di depan masjid.

BERITA FOTO: Indahnya Akulturasi Budaya Dalam Maulid Basa di Desa Pegayaman - maulid-nabi_20151223_164150.jpg
Tribun Bali / Lugas Wicaksono
Anak-anak turut memeriahkan Maulid Basa di Masjid Jamik Safinatussalam Pegayaman, Selasa (23/12/2015).
BERITA FOTO: Indahnya Akulturasi Budaya Dalam Maulid Basa di Desa Pegayaman - maulid-nabi_20151223_164332.jpg
Tribun Bali / Lugas Wicaksono
Seorang pria mengantarkan Sokok Basa ke Masjid Jamik Safinatussalam Pegayaman, Selasa (23/12/2015).
BERITA FOTO: Indahnya Akulturasi Budaya Dalam Maulid Basa di Desa Pegayaman - maulid-nabi_20151223_164458.jpg
Tribun Bali / Lugas Wicaksono
Sokok Basa yang terkumpul di Masjid Jamik Safinatussalam Pegayaman siap dibagian kepada seluruh warga yang hadir, Selasa (23/12/2015).
BERITA FOTO: Indahnya Akulturasi Budaya Dalam Maulid Basa di Desa Pegayaman - maulid-nabi_20151223_165004.jpg
Tribun Bali / Lugas Wicaksono
Seorang takmir Masjid Jamik Safinatussalam Pegayaman menerima Sokok Basa yang diantarkan warga, Selasa (23/12/2015).
BERITA FOTO: Indahnya Akulturasi Budaya Dalam Maulid Basa di Desa Pegayaman - maulid-nabi_20151223_164657.jpg
Tribun Bali / Lugas Wicaksono
Sekaa Hadrah menari tarian silat sembari diiringi tetabuhan rebana di depan Masjid Jamik Safinatussalam Pegayaman di sela penyerahan Sokok Basa, Selasa (23/12/2015).

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Rangkaian janur kuning menghiasi jalan masuk Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Selasa (23/12/2015).

Dari perbatasan jalan masuk Kampung Islam yang telah berdiri sejak abad ke-XV ini, terdengar sayup-sayup tetabuhan rebana dan syair-syair islami berirama Bali.

Syair-syair dengan iringan tetabuhan rebana itu dilantunkan sekelompok pria yang tergabung dalam Sekaa Hadrah.

Mengenakan peci berbalut pita merah putih serta setelan celana panjang dan kemeja, mereka mengantarkan seorang pria yang membawa Sokok Basa ke Masjid Jamik Safinatussalam Pegayaman.

Sokok Basa merupakan sebuah bebantenan yang terdiri dari telur ditusuk-tusuk dan diletakkan di atas pajegan.

Sebuah rangkaian bambu yang dihiasi bunga-bunga dan buah-buahan di bawahnya.

Saat takmir masjid menerimanya, ia mencabut sebutir telur dan menyerahkannya kepada pria pengantar Sokok Basa itu.

Penyerahan Sokok Basa ini merupakan bagian dari tradisi Maulid Basa, rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Sebutir telur yang diberikan kembali itu adalah upah bagi pengantarnya.

Ada kebanggaan sendiri menyimpan telur itu di rumahnya.

Halaman
123
Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Uploader bali
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved