Usai Bubarkan Perta Miras Sejumlah Pemuda, Pos Polisi Dibakar

Aksi pembakaran itu dipicu oleh razia yang dilakukan aparat terhadap sejumlah pemuda yang menggelar pesta minuman keras di pinggir jalan

Usai Bubarkan Perta Miras Sejumlah Pemuda, Pos Polisi Dibakar
Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere
Pos polisi di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang dibakar massa 

TRIBUN-BALI.COM, KUPANG - Pos Polisi di pertigaan lampu lalu lintas Jalan Timor Raya, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dibakar massa, Jumat (25/12/2015) dinihari.

Aksi pembakaran itu dipicu oleh razia yang dilakukan aparat dari Kepolisian Resor Kupang Kota terhadap sejumlah pemuda yang menggelar pesta minuman keras di pinggir jalan di Kelurahan Oesapa.

Informasi yang dihimpun Kompas.com dari sejumlah warga menjelaskan, kejadian itu bermula ketika pada dinihari sekitar 25 orang pemuda, termasuk salah seorang anggota TNI Sertu Cristoper Rindungan, sedang duduk di depan sebuah rumah toko di Jalan Timor Raya.

Mereka menyaksikan permainan petasan kembang api dan kebut-kebutan di jalan raya.

Tak berapa lama kemudian, patroli polisi dan Polsek Kelapa Lima datang menggunakan mobil dan mengimbau agar masyarakat membubarkan diri, namun mereka menolaknya.

Patroli sepeda motor polisi berjumlah 15 orang dari Turjawali datang ke lokasi dan langsung membubarkan dengan cara memukul para pemuda yang sedang duduk di atas motor dengan knopel, sehingga mereka roboh dan bubar.

Melihat hal tersebut, Sertu Cristoper mencoba menenangkan polisi agar tidak arogan dan Sertu Cristoper juga mengatakan bahwa dirinya adalah anggota TNI AD dari Brigif. Namun polisi tetap memukul sejumlah pemuda.

Warga yang membubarkan diri langsung lari menuju ke gang-gang yang ada di lokasi dan melempari anggota polisi dengan batu. Polisi membalas lemaparan warga.

Sertu Cristoper berusaha menenangkan warga agar tidak melakukan aksi pelemparan batu. Setelah aksi lemparan batu mereda, anggota polisi meninggalkan lokasi.

Pada saat itu, terdapat salah satu pemuda bernama Ardi tergeletak di lokasi kejadian akibat dipukul polisi. Selanjutnya Ardi dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan, sedangkan Sertu Cristoper pulang ke rumahnya di Hotel Tilangga.

Massa marah

Massa yang tak puas dengan aksi arogan polisi kemudian membunyikan tiang listrik dan besi lalu bergerak merusak Pos Pol Oesapa dan membakar ruangan belakang pos polisi itu.

Selain pos polisi, massa juga membakar satu unit sepeda motor milik anggota polisi Bripka Cornelis Kudji hingga hangus.

Kepala Bidang Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast membenarkan kejadian itu. Namun dirinya enggan menjelaskan secara rinci insiden tersebut, karena belum mendapat laporan secara detil dari Polres Kupang Kota.

“Ya, betul Pos Polisi Oesapa dibakar massa, tapi saya dengar pelakunya sudah diamankan. Lebih jelasnya nanti konfirmasi langsung ke kapolres Kupang Kota supaya lebih jelas. Soalnya saya sudah telepon Kasatreskrimnya tapi belum bisa nyambung,” kata Jules.

Kapolres Kupang Kota AKBP Budi Hermawan yang dihubungi melalui telepon seluler tidak menjawab.

Kasatreskrim AKP Didik Kurnianto juga enggan berkomentar tanpa alasan yang jelas soal kejadian itu.

"No comment," katanya melalui pesan singkat.(*)

Editor: gunawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved