Bagaimana Teroris di Eropa Mendapatkan Senjata?

Di Eropa barat, para penyelundup senjata menjualnya lagi dengan kisaran harga 2.000 euro per pucuk Kalashnikov.

Bagaimana Teroris di Eropa Mendapatkan Senjata?
kompas.com
Seorang pejuang Negara Islam (ISIS) memegang bendera ISIS dan senjata di Mosul, Irak 

TRIBUN-BALI.COM - Jejak maut dari senjata api yang digunakan dalam hampir semua aksi teror di Eropa mengarah ke Balkan. 

Balkan ialah kawasan yang tahun 1990-an dilanda perang saudara dan kini jadi rute utama para pengungsi Suriah, Irak, dan Afganistan menuju ke Eropa barat. 

Pecahnya Yugoslavia dengan dampak pecahnya perang saudara di kawasan Balkan itu menyisakan jutaan senjata api ilegal yang kini membanjiri pasar gelap Eropa.

Serbia, Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Kosovo, dan Albania ibaratnya gudang sekaligus pasar murah bagi senapan mesin atau senjata api ringan ilegal buat gerombolan kriminal maupun teroris.

Kementerian Dalam Negeri Serbia di Beograd baru-baru ini melaporkan data yang amat mencemaskan. 

Di negeri ini, beredar hingga 900.000 senjata api ilegal sisa perang saudara tahun '90-an. 

Laporan PBB tahun 2014 juga mengungkap tingginya jumlah senpi ilegal di Kosovo. 
Kawasan kecil bekas Yugoslavia yang berpenduduk 2 juta orang itu tercatat memiliki lebih 450.000 pucuk senjata api ilegal. 

Sementara laporan organisasi PB untuk monitoring dan kontrol senjata api di Eropa timur dan Eropa tenggara SEESAC menyebutkan, di Bosnia-Herzegovina terdapat sekitar 750.000 senjata api ilegal.

Dijual murah

Hampir semua warga di negara-negara Balkan memiliki satu atau lebih senjata api sisa perang saudara ini. 

Halaman
12
Editor: Uploader bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved