Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tarian Rudat Tampil di Bawah Rintik Hujan dalam Peringatan Maulid Nabi

Meski rintikan hujan, namun warga tetap semangat. Ratusan warga bersama keluarga besarnya melihat langsung hiburan yang dimainkan anak dan pemuda

Penulis: Saiful Rohim | Editor: gunawan
Tribun Bali
Warga Dusun Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem saat mengelar pawai memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, Jumat (25/12/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ratusan warga Dusun Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem berjalan dari Masjid Baiturrahim hingga Jalan Veteran, Jumat (25/12/2015) sekitar pukul 15.00 Wita. Pawai tersebut dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H.

Meski rintikan hujan, namun warga tetap semangat. Ratusan warga bersama keluarga besarnya melihat langsung hiburan yang dimainkan anak dan pemuda kampung Kecicang Islam.

Di antaranya grup drum band SD dan tiga kesenian tari rudat masing-masing templek di Dusun Kecicang Islam.

Acara yang digelar setiap tahun sekali tampak berbeda dibanding tahun sebelumnya. Biasanya warga yang berdatangan mencapai ribuan orang dan memanjang hingga ratusan meter.

Namun sekarang, warga yang datang tampak kurang. Seorang warga Kecicang Islam Hendara Lukman (26) mengatakan, menurunnya antusias warga dikarenakan musim hujan.

“Karena musim hujan, jadi agak sepi. Tetapi tetap terlihat meriah karena ada Tarian Rudat dan drum band," jelas Hendra saat ditemui di lokasi, kemarin.

Bagi Hendra, ramai atau sepinya pawai tak mempengaruhi substansi peringatan Maulid. Acara dimulai sekitar pukul 15.00 Wita dengan diawali pawai di sekitar jalan kampung.

Sembari berjalan anggota Tari Rudat dan drum band mengucapkan lafad pujian kepada Nabi. Pengamanan acara melibatkan Hansip Desa Bungaya Kangin dan aparat dari Polsek Kecamatan Bebandem.

Sesepuh kampung Kecicang Islam, Guru Abdul Mahid menjelaskan, makna peringatan Maulid Nabi digelar untuk menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Peringatan ini adalah kebahagiaan seluruh umat Islam. Sebelum dan sesudah biasanya panitia mengelar perlombaan. Selain lomba bidang keagamaan, juga olahraga, panjat pinang, dan tradisi gebug.

“Nanti saat acara Maulid, rencana akan mengelar nguris (cukur rambut bayi) massal. Ini bagi bayi yang berumur baru beberapa bulan,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved