Breaking News:

Gagal Ginjal dan Jantung Urutan Teratas dengan Klaim BPJS Capai Rp 8 Triliun

Jantung itu nomor satu, tinggi sekali. Ada juga gagal ginjal, angkanya kurang lebih 1,9 juta jiwa yang melakukan cuci darah menyerap biaya Rp 2 T

kompas.com

TRIBUN-BALI.COM - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengungkapkan tingginya beban biaya yang ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan lebih banyak untuk kasus penyakit tidak menular.

Penyakit jantung menempati beban biaya paling tinggi, disusul gagal ginjal dan kanker.

"Jantung itu nomor satu, tinggi sekali. Ada juga gagal ginjal, angkanya kurang lebih 1,9 juta jiwa yang melakukan cuci darah menyerap biaya Rp 2 triliun," ungkap Nila di sela-sela Seminar Kupas Tuntas 2 Tahun Pelaksanaan JKN di Jakarta, Selasa (29/12/2015).

Berdasarkan data BPJS Kesehatan tahun 2014, klaim ke BPJS untuk 4,8 juta kasus penyakit jantung mencapai Rp 8,189 triliun. Data tahun 2015 hingga Triwulan III terdapat 3,9 juta kasus dengan total Rp klaim 5,462 triliun.

Sementara itu, untuk gagal ginjal dengan 1,4 juta kasus dibiayai BPJS Kesehatan sebesar Rp 2,2 triliun selama tahun 2014.
Namun, menurut Nila, data dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia terdapat sekitar 1,9 juta kasus gagal ginjal pada 2014.

Adapun untuk tahun 2015 (data hingga Triwulan III) terdapat 1,2 juta kasus gagal ginjal dengan pembiayaan Rp 1,6 triliun.

Kemudian untuk penyakit kanker pembiayaan oleh BPJS tahun 2014 mencapai RP 2 triliun (894 ribu kasus) dan tahun 2015 mencapai Rp 1,3 triliun (724 ribu kasus).

Penyakit kronis lainnya dengan pembiayaan tinggi oleh BPJS adalah stroke, thalasemia, sirosis hepatitis, leukimia, dan hemofilia.

Total biaya kesehatan yang dikeluarkan BPJS untuk membiayai delapan penyakit kronis tersebut mencapai Rp 14,318 triliun di tahun 2014.

Menurut Nila, tingginya beban biaya kesehatan ini karena banyak masyarakat yang tidak menerapkan pola hidup sehat.

Misalnya saja kebiasaan merokok yang meningkatkan risiko penyakit jantung. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved