Perekrutan Tenaga Pendamping Desa Tamatan SMA Justru Dibanjiri Pelamar Sarjana

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana mengatakan, syarat tenaga pendamping desa yakni minimal SMA

Perekrutan Tenaga Pendamping Desa Tamatan SMA Justru Dibanjiri Pelamar Sarjana
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, AA Gde Putu Wahyura

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka pemanfaatan Dana Desa, pemerintah menyediakan tenaga pendamping profesional.

Ada tiga jenis tenaga pendamping profesional, yaitu pendamping desa, pendamping teknis, dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat.

Secara umum, tenaga pendamping ini diperlukan agar penggunaan Dana Desa konstruktif.

“Sebetulnya rekrutmen sudah dilakukan, dan anggaran untuk mereka juga sudah tersedia. Tetapi bagaimana mekanisme menerjunkan mereka ke desa, hingga kini belum ada petunjuk teknisnya dari pusat. Oleh karena itu, tenaga pendamping desa belum pasti bisa diterjunkan pada Januari 2016,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat BPMPD Provinsi Bali, I Made Wiryata akhir Desember lalu.

Pendamping desa berkedudukan di desa; pendamping teknis berkedudukan di pusat kabupaten; dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat berkedudukan di pusat provinsi.

Selain tenaga pendamping profesional, juga ada kader pemberdayaan masyarakat desa yang berkedudukan di desa.

Menurut Wiryata, untuk Bali tenaga ahli sudah direkrut sebanyak 36 orang.

Kemudian pendamping teknis sebanyak 56 orang dan pendamping desa sebanyak 176 orang.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana mengatakan, syarat tenaga pendamping desa yakni minimal lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Halaman
123
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved