6 Profesor Undiksha Dicecar Pertanyaan di Sidang Korupsi Pengadaan Lahan FOK

Sudiana pun menjadi pusat perhatian saat majelis hakim menanyakan tugas-tugas panitia pengadaan lahan.

6 Profesor Undiksha Dicecar Pertanyaan di Sidang Korupsi Pengadaan Lahan FOK
Tribun Bali/Putu Candra
Sidang kasus mark up pengadaan lahan FOK Undiksha di Pengadilan Tipikor, Denpasar Selasa (5/1/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Enam guru besar Universitas Ganesha (Undiksha) Singaraja dihadirkan menjadi saksi kasus dugaan korupsi pengadaan lahan kampus Fakultas Olahraga dan Keguruan (FOK) di Pengadilan Tipikor Denpasar, Bali, Selasa (5/1/2016).

Bersama satu saksi lainnya, mereka diminta keterangan terkait terdakwa I Wayan Suarsa (Ketua Panitia Pengadaan Lahan) dan Nyoman Mustiara (pemilik tanah dan makelar).

Enam guru besar ini, yakni Prof dr Nyomam Sudiana, Prof dr Nyoman Jampel (Rektor Undiksha saat ini), Prof dr Ketut Seken, Prof dr Ketut Suma, Prof Wayan Rai, dan Prof IB Amartha.

Selain itu juga menghadirkan saksi Gusti Bagus Semadi Putra.

Awalnya majelis hakim yang diketui Dewa Suarditha menanyakan terkait pembentukan panitia yang dilakukan oleh Prof Sudiana yang saat itu menjabat sebagai rektor.

Dalam struktur kepanitiaan tersebut Ketua Penanggung Jawab dijabat Prof Sudiana dan Ketua Panitia Pengadaan Lahan dijabat oleh terdakwa Suarsa.

Sudiana pun menjadi pusat perhatian saat majelis hakim menanyakan tugas-tugas panitia pengadaan lahan.

Namun mantan Rektor Undiksha ini mengatakan tidak mengetahui tugas-tugas kepanitiaan.

“Jadi susunan kepanitiaan ini tanpa job discription yang jelas,” tanya hakim yang dijawab anggukan oleh Prof Sudiana.

Pria berkacamata ini semakin terpojok saat ditanya terkait jabatannya sebagai penanggung jawab dalam susunan kepanitiaan.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved