6 Profesor Undiksha Dicecar Pertanyaan di Sidang Korupsi Pengadaan Lahan FOK

Sudiana pun menjadi pusat perhatian saat majelis hakim menanyakan tugas-tugas panitia pengadaan lahan.

6 Profesor Undiksha Dicecar Pertanyaan di Sidang Korupsi Pengadaan Lahan FOK
Tribun Bali/Putu Candra
Sidang kasus mark up pengadaan lahan FOK Undiksha di Pengadilan Tipikor, Denpasar Selasa (5/1/2016) 

“Apakah Ketua Penanggung Jawab juga akan bertanggung jawab jika ada masalah dalam pengadaan lahan ini. Tapi kenapa Ketua Panitia yang bertanggung jawab dan jadi terdakwa?” lanjut hakim Suarditha.

Prof Sudiana tak mampu menjawab pertanyaan hakim. Ia hanya menegaskan jika panitia pengadaan lahan sudah melakukan proses pengadaan lahan sesuai prosedur.

Namun, ia tidak mengetahui proses sampai pengadaan lahan ini menjadi masalah hukum.

“Saya baru tahu setelah dipanggil Polda Bali,” jelasnya.

Prof Sudiana kembali terpojok saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wayan Suardi dan Akmal Kodrat menyakan soal payung hukum pengadaan lahan, serta penentuan harga yang lebih dulu ditentukan sebelum perkiraan harga tanah dari appraisal.

“Tadi Anda bilang tandatangan kontrak harga Rp 18 juta pada 27 November 2010. Tapi Anda bilang appraisal baru mengeluarkan perkiraan harga pada 11 Desember 2011. Lalu darimana Anda tahu jika penentuan harga tanah sudah dibawah appraisal yang ditunjuk?” tanya Suardi.

Prof Sudiana yang terpojok akhirnya mengatakan, jika terjadi salah ketik dalam penentuan harga yang disebutnya terjadi setelah appraisal memberikan perkiraan harga.

“Itu salah ketik, saya yakin,” tegasnya.

Giliran kuasa hukum Mustiara, Robert Khuwana mencecar terkait tanggung jawab Prof Sudiana yang saat itu menjabat sebagai rektor dan ketua penanggung jawab.

“Saya hanya bertanggung jawab secara administrasi saja. Sedang teknis semua ada di panitia pengadaan,” tegasnya.

Sementara itu, Prof Jampel yang merupakan Rektor Undiksha saat ini sempat ditanya soal rapat penentuan harga tanah yang disebutnya tidak pernah dilakukan.

Namun, dirinya yang saat itu sebagai Wakil Penanggung Jawab I mengaku menerima honor sebagai panitia.

“Ya. saya terima honor,” ujarnya yang juga dibenarkan olah saksi lainnya yang merupakan anggota panitia pengadaan lahan. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved