Danrem 163/Wirasatya: Banyak yang Takut, Bela Negara Dikira Wajib Militer

Pendidikan bela negara kepada para siswa menurutnya sangat penting agar mereka dapat memahami hak dan kewajiban menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Danrem 163/Wirasatya: Banyak yang Takut, Bela Negara Dikira Wajib Militer
Tribun Bali
Danrem 163/Wirstya, Kolonel Inf Nyoman Cantiasa saat memberikan materi bela negara kepada siswa-siswi di SMAN 1 Singaraja, Kamis (7/1/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Danrem 163/Wirasatya, Kolonel Inf Nyoman Cantiasa memberikan materi bela negara kepada siswa-siswi di SMAN 1 Singaraja, Kamis (7/1/2016). Materi yang diberikan yakni 'Bela Negara Dalam Era Kekinian'.

Dalam kesempatan itu, Cantiasa mengingatkan kepada para siswa agar mewaspadai ajaran yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, kini tidak sedikit ajaran radikal yang mengancam ketahanan negara secara non fisik atau non perang.

Ajaran radikal itu menurutnya dapat dengan mudah masuk melalui media teknologi dan informasi. Ia meminta kepada para siswa agar lebih cerdas dalam mencerna setiap informasi yang diterimanya.

"Pemanfaatan internet itu bagus, kalau digunakan untuk hal yang positif. Tapi itu juga bisa jadi sangat berbahaya, karena banyak paham radikal yang bisa masuk. Itu jelas mengancam ideologi pancasila," ujar Cantiasa.

Ia mengatakan, pendidikan bela negara kepada para siswa menurutnya sangat penting agar mereka dapat memahami hak dan kewajiban menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

"Banyak yang takut karena mengira bela negara itu wajib militer. Bela negara itu kewajiban kita sebagai warga negara, membela keutuhan negara kita. Karena keamanan dan ketahanan, tidak bisa diserahkan ke polisi dan TNI saja," ungkapnya.

Sementara sebanyak 300 siswa SMA/SMK di Buleleng mengikuti bela negara tahap pertama. Mereka dilatih Korps Resimen Mahasiswa (Menwa) Ugracena. Selama 2016 ini ditargetkan ada 3.000 siswa yang mengikuti bela negara.(*)

Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved