Penjual Nasi Jinggo: Keponakan Saya Makan Baik-baik Saja, Aneh kok di LP Keracunan

Made Supenden tak menyangka bahwa nasi bungkus olahannya, yang dipesan oleh para narapidana (napi) LP Kelas IIB Singaraja jadi berita dan bikin geger

Penjual Nasi Jinggo: Keponakan Saya Makan Baik-baik Saja, Aneh kok di LP Keracunan
Tribun Bali/ Lugas Wicaksono
Made Supenden menunjukkan daun pisang sisa pembungkus nasi di rumahnya, Jalan Lingga gang I, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Sabtu (9/1/2016) sore. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Made Supenden tak menyangka bahwa nasi bungkus olahannya, yang dipesan oleh para narapidana (napi) LP Kelas IIB Singaraja, Bali, jadi berita dan bikin geger.

Sebanyak 125 bungkus nasi jinggo bikinan Penden itu diduga menjadi penyebab keracunan 53 napi pada Sabtu (9/1/2016) dini hari.

Mereka keracunan usai ramai-ramai menyantap nasi jinggo itu setelah melaksanakan acara sembahyang Siwaratri di dalam LP pada Jumat (8/1/2016) tengah malam.

(Pesan Nasi Jinggo di Luar LP, 53 Napi Singaraja Keracunan)

“Tadi pagi saya kaget saat diberitahu bahwa para napi keracunan. Katanya, gara-gara makan nasi pesanan dari saya. Padahal, saya sudah berusaha mencari bahan-bahan yang sehat dan segar untuk pesanan nasi bungkus itu,” ujar Supenden ketika ditemui di rumahnya Jalan Lingga gang I, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Sabtu (9/1/2016) sore.
Menurut Supenden, ia merasa membeli ayam yang masih segar, tempe juga baru, begitu pun kacang mentah.

Sambal yang ia buat untuk ditambahkan ke nasi bungkus pesanan napi LP itu, kemarin siang juga masih sisa bahan-bahannya.

Mi instan yang dipakainya juga masih belum kedaluwarsa.  

Yang membuat Supenden makin heran, nasi jinggo itu juga dikonsumsi oleh kerabat dan tetangganya, dan mereka baik-baik saja alias tidak keracunan.

“Aneh, kok di sana saja (LP) yang keracunan. Mereka pesan 125 bungkus, dan saya tambahi dua sehingga jadi 127 bungkus. Karena masih ada sisa cukup banyak, saya bagikan ke saudara dan tetangga. Keponakan saya yang berusia tiga tahun juga ikut makan, malah baru tadi pagi memakannya. Tapi sampai sore ini, dia tidak mengeluh apa-apa,” jelas Supenden.

Kasus ini merupakan pengalaman pertama bagi Supenden.

Halaman
12
Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved