Young Gen

Perjuangan Marching Band Unud hingga Juara 2 di Grand Prix Marching Band Indonesia

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Marching Band Universitas Udayana (MBU) menyabet Juara 2 Divisi I di Grand Prix Marching Band Indonesia di Jakarta

Editor: gunawan
ist
Anggota Marching Band Universitas Udayana yang tampil di GPMB XXXI – 2015 di Jakarta, Desember lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Marching Band Universitas Udayana (MBU) menyabet Juara 2 Divisi I di Grand Prix Marching Band Indonesia di Jakarta, Desember kemarin. Tema yang diangkat yaitu tentang Calonarang.

Banyak hal yang terjadi terkait dengan keberangkatan mereka ke Jakarta. Mulai dari jumlah peserta, jumlah alat dan biaya.

Ricky Iddham Permana, Ketua Unit Marching Band Universitas Udayana mengatakan terjadi pro dan kontra terkait keberangkatan mereka. “Oh pasti, sempat terbelah menjadi dua kongsi antara yang ingin berangkat dan tidak dari pengurus MBU. Saya termasuk kongsi yang ingin berangkat,” ujar mahasiswa Jurusan Pariwisata Unud ini.

Bagaimana tidak, MBU sudah tampil 31 kali di GPMB Indonesia, maka tahun ini semestinya harus ikut. “Ini demi generasi MBU, karena anggota baru harus merasakan gimana tampil di sana. Kalau terputus tahun ini, mereka tak ada bayangan untuk tahun depan,” jelas Ricky saat ditemui Tribun Bali, Minggu (10/1/2016).

Perjuangan untuk berangkat ini dipersiapkan selama enam bulan. Perlu minimal 100 anggota marching band untuk tampil, mencocokkan jadwal anggota, biaya untuk berangkat dan bermodalkan semangat. “Kendala yang dialami marching band di seluruh Indonesia itu pasti peserta. Minimal 100 pemain terlibat dalam pentas ini karena ada kelas-kelasnya,” terang Ricky.

Ricky mengatakan dari awal sudah mengobrol dengan pembantu rektor III.  “Dispen selama satu bulan sebelum berangkat. Ini dimaksudkan biar teman-teman masih bisa ujian setelah acara,” terangnya. Biasanya kalau sudah begitu maka dosen-dosen lainnya sudah memakluminya.

Untuk persiapan GPMB ini, anggota latihan selama tujuh bulan. Moch Adhi Prastyo, pelatih alat tiup ini mengatakan tujuh bulan ini cukup singkat. “Tujuh bulan ini cukup singkat karena biasanya latihan selama satu tahun. Nah, awalnya kami latihan dua kali seminggu, lalu tiga kali seminggu dan kalau sudah H-1 bulan bisa setiap hari latihan,” ungkap Adhi.

Latihan ini dilakukan dari pukul 16.00 – 21.00 Wita, tergantung keadaan dari anggota. “Latihan ini tergantung keadaan anggota, terus anggotanya latihannya pindah-pindah. Bisa di GOR Ngurah Rai, GOR Purnakrida dan kampus,” jelasnya.

Dalam latihan ini juga ada yang sakit dan menghilang tak ada alasan. “Kalau ada yang tak kuat, cari lagi. Kalau ada yang sakit ya kita obati,” jelasnya. Jika ada yang sakit saat latihan, maka anggota bisa duduk di pinggir lapangan agar tidak ketinggalan perkembangan latihan. Ini seperti yang dialami pemain terompet dan baritone.

I Gusti Agung Putu Deddy Mahardika, pelatih perkusi mengatakan sering mengubah formasi saat ada pemain yang sakit. “Ada yang masalah jantung dan drop, satu orang gak ada, maka mempengaruhi semuanya, tim teknis harus mengubah formasi, ga ada pemain maka diubah lagi, diubah lagi formasinya,” ujar Deddy.

Saat latihan pernah ada salah satu peserta membawa bendera yang sakit. “Mau ga mau latihannya ngulang lagi dari awal. Semua diubah formasi benderanya. Satu hilang maka berimbas ke formasi berikutnya, tantangannya juga mengubah ingatan mereka terkait posisi awalnya.

Terkait dengan tema Calonarang diangkat sebagai kebudayaan Bali maka musiknya bernuansa modern. Musik yang dipakai memakasi suasana musiknya yang dark karena cerita Calonarang memang menyeramkan.

“Kalau perang ya kami aransemen musiknya suasana perang. Kini marching band pendekatannya sudah ke seni kontemporer,” tambahnya. Tim marching band membawa kebudayaan Bali karena  kebudayaan kita, serta mempermudah tim non-teknis mencari dana. Ini lho pak, saya membawa budaya Bali ke luar, pemerintah seharusnya bisa membantu,” ungkap Deddy.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved